Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 16

Title          KONTRAS TOLAK HADIRI RAPAT OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI ISTANA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200304070430-20-480303/kontras -tolak-
               Page/URL
                              hadiri-rapat-omnibus-law-cipta-kerja-di-istana
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
               menolak memenuhi undangan rapat dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

               Badan Pekerja KontraS Yati Andriyani mengatakan penolakan itu merupakan bentuk
               kritik atas sikap pemerintah yang terkesan sengaja menutupi dan diam-diam dalam
               menyusun draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

               "Kami menyampaikan penolakan kami untuk hadir dalam kegiatan tersebut," kata
               Yati melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).

               Kata Yati, KontraS telah menerima surat undangan dari KSP bernomor UND-32
               /KSP/D.5/02/2020. Dalam surat itu, tertulis rapat mengagendakan penyampaian
               pandangan tertulis terkait substansi dalam RUU Cipta Kerja.

               Yati menjelaskan KontraS memiliki sejumlah pertimbangan untuk menolak undangan
               KSP. KontraS menilai sebelumnya pemerintah telah menyerahkan draf RUU beserta
               naskah akademik RUU Cipta Kerja tanpa terlebih dahulu memberikan ruang
               partisipasi bagi masyarakat sebelum draft itu diserahkan ke DPR RI.


               "Kami memandang kegiatan ini dapat menjadi ruang justifikasi pembahasan dan
               pengesahan RUU tersebut," katanya.


               Padahal, sebelumnya masyarakat sipil sempat mengalami kesulitan dalam
               mengakses draf RUU naskah akademik RUU tersebut, dan tidak dilibatkan dalam
               proses penyusunannya.

               Selain itu, Yati menduga undangan KSP itu merupakan upaya untuk menjustifikasi
               keberadaan Omnibus Law.

               KontraS, menurut Yati, telah mengirimkan surat kepada sejumlah kementerian,
               Kemenmarinves, Kemenkopolhukam, Kemenkumham, dan Kemenkoperekonomian,
               sebelum resmi dipublikasikan. Semua kementerian itu tidak memberikan salinan draf
               Omnibus Law RUU  Cipta Kerja.


               Sementara, substansi dalam RUU Cipta Kerja tersebut menunjukan pemerintah
               berambisi menarik investasi dengan mengorbankan hak asasi manusia, lingkungan
               hidup, hak - hak buruh dan agenda kesejahteraan dan keadilan masyarakat lainnya.





                                                       Page 15 of 105.
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21