Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 98
Title ANGGOTA DPD "JEMPUT BOLA" ASPIRASI PEKERJA BALI SOAL RUU CIPTA KERJA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 04 Maret 2020
https://www.antaranews.com/berita/1336094/anggota-dpd-jemput-bola-aspi rasi-
Page/URL
pekerja-bali-soal-ruu-cipta-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Denpasar - Anggota DPD RI Anak Agung Gde Agung melakukan upaya "jemput
bola" untuk memperoleh masukan dari para pekerja di sektor pariwisata di Bali
dalam menyikapi isi Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.
"Aspirasi yang kami terima ini nanti akan disampaikan dalam Rapat Komite III DPD
RI, yang diharapkan selanjutnya dibahas dalam Sidang Paripurna dan mudah-
mudahan diterima untuk dijadikan kajian dalam pembahasan RUU Cipta Kerja
antara DPR dan eksekutif," kata Gde Agung, di Denpasar, Rabu.
Oleh karena "jemput bola", Gde Agung yang juga mantan Bupati Badung itu
langsung menemui pentolan pekerja pariwisata di Pulau Dewata, di Gedung
Sekretariat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Bali, di Jalan Gurita,
Denpasar.
Menurut Gde Agung, penyampaian aspirasi terhadap sejumlah pasal dalam RUU
Cipta Kerja, tidak mesti harus disampaikan dengan melakukan aksi demonstrasi.
"Kalau sering-sering demo, malah bisa mematikan 'periuk nasi' kita, karena Bali
ini daerah pariwisata. Mari kita jaga Bali tetap kondusif, kalau berdemo itu selain
membuat macet, juga belum tentu akan ditemui oleh pihak-pihak yang
berkompeten," ucap anggota DPD RI Komite III itu.
Pihaknya sengaja meminta masukan dari para pekerja pariwisata karena memang
kekhususan Bali itu diantaranya dari sektor pariwisata. Sebelumnya Gde Agung juga
telah meminta masukan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan akan dilanjutkan
dengan "jemput bola" dengan unsur pengusaha pariwisata.
Gde Agung pun mengharapkan sinergi dari para anggota DPR dan DPD RI dapil Bali
lainnya agar apa yang menjadi harapan para pekerja pariwisata di Pulau Dewata,
bisa masuk dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.
"Kami di Komite III DPD yang tugas dan fungsinya membidangi ketenagakerjaan
serta sebagai representasi masyarakat dan daerah, menaruh perhatian besar
terhadap RUU Cipta Kerja ini. Apalagi beberapa kali pekerja di Jakarta telah
berdemo sebagai bentuk penolakan terhadap sejumlah pasal dalam RUU tersebut
yang dinilai merugikan dan melemahkan hak-hak pekerja," katanya.
Page 97 of 105.

