Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2019
P. 16
"Kami akan kembali menginap. Tuntutan kami pada aksi yang lalu tidak digubris. Tidak ada
respon sama sekali," tutur Dwi.
Dia mengatakan, peserta aksi kali ini jumlahnya tidak jauh beda dengan aksi menginap akhir
tahun 2018 lalu. "Kita masih sekitar 500-an orang lebih," ujarnya.
Aksi long march yang digelar sejak pagi hari itu membuat arus lalu lintas tersendat. Sejumlah
petugas kepolisian tampak sibuk melakukan pengawalan terhadap peserta aksi.
Koordinator aksi AMT, Legiran menyampaikan, mereka turun kembali ke jalan karena tidak
didengarkan oleh para petinggi. Memasuki tahun ketiga ini, mereka masih memperjuangkan
upah lembur yang tak kunjung diberikan. Para pekerja yang masuk kategori pekerja BUMN
itu pun tidak mengerti lagi bagaimana menuntut hak-hak mereka, selain menggelar aksi unjuk
rasa.
"Tidak direspon. Kami akan terus aksi sampai tuntutan kami dipenuhi," ujar Legiran.
Ada sebanyak 2119 awak mobil tanki yang tidak mendapatkan upah lembur selama dua tahun
lebih. Menurut dia, semuanya bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara dan
di beberapa bagian yang diperintahkan.
Sebelum aksi-aksi menginap ke kantor Kementerian BUMN dan Istana Negara, kata Legiran,
mereka juga sudah pernah menggelar aksi mogok.
Aksi mogok itu dilakukan di depan salah satu jembatan Terminal BBM Plumpang. Aksi itu
berlangsung hingga 26 Juni 2017 lalu.
Alasan utama aksi, karena ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap sebanyak
353 AMT. Mereka dinyatakan tidak lulus seleksi lagi oleh perusahaan outsourcing.
Sebanyak 353 AMT dirumahkan dengan alasan tidak lulus seleksi itu membuat berang para
pekerja. Sebab, sekitar 900 diangkat sebagai pegawai tetap. Alasan PHK terhadap 353 AMT
dinilai tidak masuk akal.
Page 15 of 65.

