Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2019
P. 27

cepat masuk. "Dengan dukungan teknologi yang mumpuni, industri di Tanah Air akan mampu
               menciptakan produk-produk yang baik, yang mampu bersaing dengan barang-barang luar

               negeri."  Pendapat  senada  dikatakan  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla.  Menurut  Kalla,  dengan
               memiliki SDM yang berkualitas diharapkan akan tercipta produk yang memiliki nilai tambah

               yang mu-aranya bisa mendongkrak ekspor.


               "Pemerintah lebih menekankan pada peningkatan SDM. Dengan itu kita dapat mengekspor
               sumber daya alam (SDA) kita yang punya nilai tambah lebih," ujarnya di acara yang sama.


               Ia  mengakui  tantangan  yang  dihadapi  Indonesia  saat  ini  ialah  meningkatkan  daya  saing,

               terutama dalam ekspor. Dalam persaingan, sambungnya, ada tiga komponen yang penting
               yang harus dimiliki.


               "Bisakah kita produksi yang lebih baik, yang lebih cepat, dan lebih murah. Baru kita bisa

               memenangi persaingan itu. Kita mengetahui yang bisa dibilang memenuhi syarat itu ialah
               China (Tiongkok). Kalau kita masuk ke toko, semuanya itu pasti made in China," tuturnya.


               Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengakui pemerintah pada tahun ini berkonsentrasi

               pada peningkatan daya saing SDM. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan melatih
               dan  menyertifikasi  1  juta  angkatan  kerja.  Secara  rinci,  Kemenaker  menargetkan  untuk
               memberikan pelatihan dan pemagangan kepada 527 ribu peserta sepanjang tahun ini. Jumlah

               tersebut melonjak dari target tahun sebelumnya yang hanya 240 ribu peserta. Sertifikasi juga

               akan diberikan kepada 527 ribu orang, tumbuh pesat dari 260.084 sertifikasi profesi di 2018.

               "Kami  akan  terus  laksanakan  program  pelatihan,  sertifikasi  agar  Indonesia  memiliki  SDM

               berkualitas yang jumlahnya memadai dan merata persebarannya," ujar Hanif.


               Saat ini, Kemenaker memiliki Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) sebagai modal
               untuk meningkatkan mutu tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa kejuruan

               yang  disediakan  dalam  PBK  ialah  teknologi  informasi  dan  komunikasi,  teknik  elektronika,
               refrigeration, dan pariwisata. PBK tersebut akan diterapkan di seluruh balai latihan kerja di

               Tanah Air.









                                                       Page 26 of 65.
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32