Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 111
Title CORONA BISA BIKIN RI DILANDA BADAI PHK, PEMERINTAH BISA APA?
Media Name detik.com
Pub. Date 07 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4968573/corona-bisa-bi kin-ri-dilanda-
Page/URL
badai-phk-pemerintah-bisa-apa
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Indonesia diyakini beberapa ekonom bisa ikut dilanda gelombang
Pemutusan Hubungan kerja ( PHK ) imbas guncangan ekonomi yang diakibatkan
penyebaran virus corona ke seluruh dunia. Pemerintah diminta cepat bertindak agar
potensi ledakan PHK ini bisa ditekan seminim mungkin.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor ( FEM IPB)
Prof Dr Didin S Damanhuri, berpandangan pemulihan maupun pertumbuhan
ekonomi di Indonesia sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menangani
penyebaran COVID-19.
Juga sangat tergantung kepada kebijakan yang diambil dalam menangkal dampak
ekonomi dari penyebaran virus itu.
"Jadi, bahasanya, pemerintah harus melawan corona dan dampak ekonominya. Jadi
jangan lupa, kalau kita berhasil melawan corona itu adalah recovery strategy juga
untuk ekonomi,"ujar Didin S Damanhuri.
Selain itu ia juga menyoroti efektiftas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) yang ditetapkan pemerintah. Didin berpendapat, pemerintah saat ini
harusnya memprioritaskan penanganan dan perlindungan masyarakat dari
penularan maupun wabah COVID-19.
Karena itu dana yang disediakan harusnya diprioritaskan untuk penanganan
pencegahan masyarakat dari penularan COVID- 19 lebih banyak dibandingkan untuk
perbaikan ekonomi.
Dengan diprioritaskannya dana untuk pencegahan COVID- 19 maka pemerintah bisa
menyediakan alat pelindung diri (APD) yang banyak untuk tenaga kesehatan,
penyediaan kamar perawatan untk pasien yang tertular COVID- 19, memproduksi
masker yang cukup unuk masyarakat dan sebagainya.
"Jadi, kalau kita bayangkan untuk corona kita produksi masker yang masal,
kemudian APD masal, dokter, perawat, rumah sakit disubsidi, dan itu ada spending
tetapi spending itu adalah perputaran uang dan itu menyelamatkan nyawa manusia
sekaligus menyelamatkan untuk sektor-sektor ekonomi sebenarnya. Jadi, jangan
pendekatannya cost tapi ini human investment, ini adalah sebuah penyelamatan
orang-orang unggul bahkan dokter dan perawat," sambung dia.
Page 110 of 184.

