Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 49

Title          PENGUSAHA TAK JAMIN BAYAR PENUH GAJI DAN THR PARA PEKERJA
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      07 April 2020
                              https://money.kompas.com/read/2020/04/07/124718426/pengusaha-tak-jamin -bayar-
               Page/URL
                              penuh-gaji-dan-thr-para-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
               mengungkapkan, pengusaha tidak menjamin dapat membayar penuh gaji dan
               Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja.

               Menurut Haryadi, tidak adanya jaminan tersebut lantaran tidak adanya pemasukkan
               ke perusahaan akibat dampak dari wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

               "Sekarang customer-nya tidak datang, tidak ada penjualan, otomatis enggak
               sanggup karena enggak ada cash inflow. Perusahaan itu kan ditopang adanya
               cashflow, nah sekarang enggak ada," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa
               (7/4/2020).

               "Yang menjadi permasalahan besar ya itu tadi kelangsungan karyawannya
               bagaimana. Kalau perusahaan enggak ada income, kami tidak bisa membayar gaji
               karyawan. Nanti THR sudah pasti enggak bisa juga," sambung Hariyadi.

               Di sektor perhotelan misalnya, Haryadi telah menerima informasi 1.266 hotel telah
               menutup usahanya. Hotel-hotel tersebut, lanjut Hariyadi, memberikan cuti kepada
               karyawannya tanpa memberikan gaji.


               "Otomatis 1.200 hotel tadi diminta cuti di luar tanggungan perusahaan. Karena
               perusahaannya tidak bisa sama sekali membayar," ucapnya yang juga sebagai
               Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

               Pemerintah sendiri sudah meminta para pengusaha agar tetap membayarkan THR
               pekerja. Namun pihak pengusaha tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

               Hariyadi menyebut, para pengusaha tidak pernah ada masalah terkait pemberian
               THR. Namun, kejadian luar biasa akibat dampak Covid-19 membuat pengusaha
               mengaku kesulitan.

               "Kalau hotel yang kemungkinan besar masih bisa membayar THR itu jumlahnya
               sedikit. Dan itu kemungkinan itu tidak full. Karena seperti saya bilang tadi, tidak ada
               cashflow-nya apa yang mau bisa diberikan. Masalahnya di situ," katanya.


               Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan
               pengusaha yang terlambat membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja atau
               buruh, akan dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR keagamaan yang harus
               dibayarkan.




                                                       Page 48 of 184.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54