Page 18 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JANUARI 2019
P. 18
Title TERSANGKA PEMBUNUH TKI TERANCAM HUKUMAN MATI
Media Name sindonews.com
Pub. Date 03 Januari 2019
https://international.sindonews.com/read/1367539/40/tersangka-
Page/URL
pembunuh -tki-terancam-hukuman-mati-1546488263
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Tersangka pembunuhan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura menjalani sidang di
pengadilan kemarin. Ahmed Salim, warga Bangladesh, didakwa pasal pembunuhan setelah
ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Nurhidayati Wartono Surata, 34, di Hotel Golden
Dragon pada akhir pekan lalu. Polisi mengungkapkan, korban kemungkinan besar di bunuh
antara pukul 17.08 - 20.12 waktu setempat pada Minggu.
Polisi baru menerima laporan kasus pembunuhan sekitar pukul 22.45. Pelaku dan korban di
yakini mengenal satu sama lain. Namun, pengadilan tidak mengungkap hubungan antara
Salim dan Nurhidayati. Korban ditemukan terbaring di sebuah kamar hotel yang terletak di
Geylang itu. Tim paramedis menyatakan korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Di
bagian leher dan tangannya terdapat luka lebam. Polisi setempat berhasil menangkap
tersangka dalam tempo sekitar 14 jam sejak laporan diterima. Seperti dilansir Straitstimes.
com, seorang karyawan hotel mengatakan keduanya memesan kamar hotel selama tiga jam
sebelum diperpanjang menjadi lima jam. Namun, tidak ada yang memeriksa kamar mereka,
meski sudah lewat 10 jam. Karyawan hotel naik ke lantai atas setelahnya dan menemukan
jasad Nurhidayati.
"Saya tidak mendengar ada keributan dan baru tahu telah terjadi hal yang mengerikan setelah
polisi mengetuk pintu kamar," kata seorang tamu hotel yang tidak ingin disebutkan namanya.
Tersangka berdiri di depan hakim tanpa ekspresi dan dipindahkan ke Divisi Polisi Pusat.
Kasusnya akan ditunda sampai 9 Januari. Jika terbukti bersalah, tersangka akan menghadapi
hukuman mati. Korban merupakan seorang buruh imigran yang memiliki izin resmi, begitu
pun tersangka. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menyatakan akan
mengawal kasus Nurhidayati. Korban berasal dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
"Kami menerima laporan terkait kasus pembunuhan pada 30 Desember 2018. Kami langsung
melakukan koordinasi dengan Kepolisian Singapura yang menangkap pria asal Bangladesh
atas kasus ini. Saat ini jenazah masih dalam proses autopsi di Rumah Sakit (RS) Umum
Singapura," ungkap KBRI Singapura dalam keterangan pers. Berdasarkan data KBRI
Singapura, Nurhidayati mulai bekerja di Singapura sejak 2013.
Kontrak kerja terakhir dibuat sekitar tiga tahun lalu. KBRI Singapura juga berjanji akan
memantau penanganan kasus ini, memastikan hak-hak korban terpenuhi, dan membantu
memulangkan jenazah korban.
Page 17 of 26.

