Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 162

DPRD: ADA KETIDAKSESUAIAN FAKTA DAN DATA TKA CINA DI KONAWE

              Jakarta    -  DPRD  Sulawesi  Tenggara  menemukan  banyak  ketidaksesuaian  data  dan  fakta
              mengenai 49 pekerja tambang asal Cina yang bekerja di Morosi Kabupaten  Konawe  , Sulawesi
              Tenggara  sejak  Maret  2020.  Para  tenaga  kerja  asing  atau    TKA  Cina    itu  datang  dengan
              menggunakan  visa  kunjungan.  "Kami  kecolongan,"  kata  Ketua  DPRD  Sultra  Abdur  Rahman
              Saleh, 23 Juni 2020.

              Menurut Rahman, mereka datang dengan visa 312 alias visa kerja tapi ada laporan dari pekerja
              lokal  bahwa  para  pekerja  migran  itu  bukan  pekerja  ahli  (helper).  "Sama  statusnya  dengan
              pekerja  lokal,"  kata  Rahman  yang  ditemui  Tempo  di  Bandara  Haluoleo  saat  menunggu
              kedatangan pekerja migran Cina untuk memeriksa dokumen ketenagakerjaan mereka.

              Politikus PAN ini menjelaskan pemerintah Sultra meminta perusahaan menaati mekanisme dan
              prosedur mempekerjakan pekerja asing. Pekerja migran harus datang dengan visa kerja dan
              memiliki keahlian.

              "Kalau  itu  tidak  dilakukan,  negara  dan  daerah  mengalami  kerugian  yang  sangat  besar."
              Aturannya perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing wajib membayar kompensasi US$
              100 per pekerja per bulan. Jika dihitung gaji mereka US$ 1500-2500 harus dipotong 20 persen
              pendapatanya maka ada Rp 9 juta yang hilang dari tiap pekerja per bulan. "Yang kita ingin asas
              keadilan  berlaku."    Pelanggaran  TKA  Cina  atas  tidak  patuhnya  prosedural  dokumen
              ketenagakerjaan akan berdampak pidana 5 tahun penjara dan denda sampai Rp 500 juta. DPRD,
              kata Rahman, akan membentuk tim evaluasi untuk memantau tenaga kerja asing ini.

              Selasa, 24 Juni 2020, sebanyak 156 TKA Cina tiba sekitar pukul 20.30 Wita di Bandara Haluoleo,
              Kendari. Mereka terbang dari Ghuanzhou melalui Malaysia, lalu transit ke Manado dan berlanjut
              ke Bandara Haluoleo.

              Setibanya,  mereka  langsung  menuju  lokasi  pertambangan  PT  Virtue  Dragon  Nickel  Industri
              (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Stell (OSS) yang berada di Morosi Kabupaten  Konawe  dengan
              pengawalan super ketat dari personel TNI dan polisi. Pertambangan itu cukup dekat dari Kota
              Kendari ibu kota Provinsi Sultra, hanya sekitar 35 kilometer saja.

              VDNI adalah salah satu perusahaan pemurnian nikel. Pada 25 Februari 2019 Airlangga Hartarto
              yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian meresmikan pabrik pemurnian nikel ini.
              Kepala  Bandara  Haluoleo  Syafruddin  kepada  Tempo  mengatakan  156  pekerja  Cina  ini  tiba
              menggunakan pesawat carteran Lion Air dari Bandara Sam Ratulangi. Tak ada protokol khusus
              bagi pekerja asing ini. Status mereka adalah penumpang domestik. "Tiba langsung pemeriksaan
              ada  petugas  KKP  memeriksa  dokumen  kesehatan  setelah  itu  diperiksa  biasa  rapid  test  dan
              deteksi suhu tubuh."  Kedatangan  TKA Cina  ke Sultra sejak Senin pagi, 22 Juni 2020 ditolak
              ratusan mahasiswa. Mereka berdemonstrasi dimulai dari kantor Imigrasi Kendari dan di pintu
              gerbang Bandara Haluoleo. Massa sempat berusaha masuk ke area bandara namun polisi yang
              berjaga menghalangi massa.

              Demonstran mengutuk kebijakan Gubernur Sultra Ali Mazi yang dinilai tidak berpihak kepada
              masyarakat terutama pekerja lokal. Di lain pihak juga kekhawatiran terhadap virus Corona yang
              masih mewabah. Sampai tengah malam Selasa, 23 Juni 2020 massa masih bertahan di depan
              gerbang Bandara Haluoleo menolak kedatangan pekerja Cina.

              Bentrok  antara  massa  dan  polisi  tak  terelakkan.  Polisi  memukul  mundur  demonstran
              menggunakan tembakan gas air mata..



                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165