Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 40
Anggaran program padat karya utamanya digunakan untuk Program Percepatan Peningkatan
Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI),Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Pengembangan
Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku),Tempat
Pengelolaan Sampah Reduce. Reuse, Recy-cle (TPS 3R). Penyediaan Air Minum dan Sanitasi
Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (San i mas). Pembangunan
Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya.
Sedangkan terdapat 18 kegiatan atau program infrastruktur yang pelaksanaannnya diubah
dengan metode padat karya selama durasi kerja 30-100 hari.
Kegiatan tersebut, di antaranya di Bidang Sumber Daya Air (SDA) seperti dukungan manajemen
BBWS/ BWS, operasi dan pemeliharaan sarana prasarana SDA, pengelolaan bendungan, danau.
dan bangunan penampung air lainnya, pengembangan/ rehabilitasi jaringan irigasi,
pengendalian banjir, lahar, pengelolaan drainase utama perkotaan, dan pengaman pantai,
peningkatan tatakelola pengelolaan SDA terpadu, dan penyediaan dan pengelolaan air tanah
dan air baku.
Lalu, Bidang Bina Marga seperti preservasi jalan di 282 lokasi, pembangunan jalan di 51 lokasi,
pembangunan jembatan di 69 lokasi,dan OP Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan (JBHP)
sebanyak 36 lokasi.
Kemudian. Bidang Cipta Karya di 274 lokasi, meliputi antara lain kegiatan pengembangan
kawasan permukiman, pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendidikan, pengembangan
sarana prasarana olahraga, dan pasar, pembinaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM), penataan bangunan dan lingkungan. Salah satu contohnya adalah rehabilitasi
dan renovasi sarana prasarana sekolah.
Terakhir di Bidang Perumahan melalui kegiatan peningkatan kualitas Prasarana dan Sarana
Umum (PSU) di kom-plek perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk 303
penerima manfaat yang tersebar di 69 lokasi.
Selain mengalokasikan anggaran program PKT rutin tahun 2020 sebesar Rp 11.44 triliun dengan
target penerima manfaat 613.513 orang. Kementerian PUPR juga melakukan perubahan skema
pada program atau kegiatan infrastruktur. Yang semula bersifat reguler menjadi dilaksanakan
dengan pola Padat Karya dengan alokasi anggaran Rp 654.4 miliar dan target penerima manfaat
sebanyak 80.888 orang. nov
39

