Page 365 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 365
"Jadi pelatihan katering ini manfaatnya luas dan setelah pelatihan kerja, peserta
memperoleh insentif yang bermanfaat untuk mengantisipasi dampak COVID-19,"
katanya.
Dalam kegiatan ini, Ida turut didampingi oleh Dirjen Binalattas Bambang Satrio
Lelono; SesDitjen Binalattas Surya Lukita Warman; Kepala BLK Lembang Tuti
Haryanti dan Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryatno.
Pelatihan catering tanggap COVID-19 merupakan bentuk langkah konkret refocusing
yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dasar bagi peserta pelatihan;
membantu pencegahan dan penanganan dampak COVID-19; pemberdayaan
masyarakat terdampak COVID-19; dan meningkatkan ketahanan ekonomi melalui
pemberian insentif berupa uang saku pelatihan.
Ida menambahkan di seluruh Indonesia ada 216 program di Binalattas dan
Binapenta yang di refocusing untuk penanganan COVID-19. Selain program model
pelatihan, terdapat beberapa lain yaitu program padat karya produktif, padat karya
infrastruktur, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan Teknologi Tepat Guna.
"Itu semua diharapkan dapat menampung masyarakat yang belum dapat
kesempatan kartu prakerja," katanya.
Ida menegaskan, dalam kondisi normal peserta pelatihan tak diberikan insentif.
Namun saat ini dilakukan refocusing anggaran Kemnaker dengan menyisihkan dan
mengalihkan biaya perjalanan dinas untuk memberikan insentif kepada peserta
pelatihan. Kemnaker menggelar pelatihan tanggap COVID-19 bertujuan untuk
pemberdayaan masyarakat yang terdampak penyebaran COVID-19 serta
meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif berupa uang saku
pelatihan. Adapun jumlah BLK dan BPP yang mengikuti pelatihan tanggap COVID-19
sebanyak 19 BLK UPTP; 2 BPP UPTP; 129 BLK UPTD dan 4 BLK Komunitas.
"Pelatihan mempertimbangkan protokol kesehatan, PSBB dan kebijakan/peraturan
pemerintah lainnya, maka metode pelatihan yang digunakan berupa On-line
training; Blended Training; Distance Training dan Off-line training," jelasnya.
Pelatihan tanggap COVID-19 telah menghasilkan produksi 2.097.500 masker, 64.800
faceshield, 136.250 liter hand sanitizer, dan 56.000 baju APD/Hazmat. Selain itu,
sebanyak 318.000 box nasi, 1.584 wastafel COVID-19, 50 peti COVID-19 dan 82.940
liter disinfektan juga dihasilkan dari pelatihan ini Hasil produksi dari pelatihan
tersebut digunakan oleh masyarakat guna menanggulangi penyebaran COVID-19.
Diantaranya untuk petugas rumah sakit dan puskesmas; petugas TNI dan POLRI;
posko penanganan COVID 19 dan BNPB; Asosiasi Kedokteran/Tenaga Kesehatan;
relawan penanganan COVID-19; pengendara jalan umum dan ojek; pedagang pasar
dan kaki lima; pegawai/karyawan instansi pemerintah/swasta; dan petugas sekuriti
kementerian/lembaga, instansi pemerintah daerah dan swasta.
(mul/ega)
Page 364 of 695.

