Page 367 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 367

ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif berupa uang saku pelatihan.

               "Program COVID-19 sudah dilakukan oleh BLK dan BPP sejak pertengahan bulan
               Maret 2020, dan untuk tahap I sudah diproduksi dan didistribusikan. Saat ini masih
               tahap II dan sebagian besar hasilnya sudah didistribusikan. Untuk tahap III
               diperkirakan sampai dengan bulan Juni 2020," ungkap Ida.

               Ida mengatakan jumlah BLK dan BPP yang mengikuti pelatihan tanggap COVID-19
               ada sebanyak 19 BLK UPTP, 2 BPP UPTP, 129 BLK UPTD, dan 4 BLK Komunitas.

               "Pelatihan mempertimbangkan protokol kesehatan, PSBB dan kebijakan/peraturan
               pemerintah lainnya, maka metode pelatihan yang digunakan berupa Online Training,
               Blended Training, Distance Training dan Offline Training," pungkas Ida.

               Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker
               Bambang Satrio Lelono mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan refocusing
               kepada program-program pelatihan di BLK-BLK sebagai upaya untuk mengantisipasi
               COVID-19 dan dampaknya.

               "Refocusing program pelatihan kerja di BLK ini sesuai dengan Instruksi Presiden
               Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta
               Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19,"
               pungkas Bambang Sebagai informasi, jenis-jenis program pelatihan yang mengalami
               refocusing menjadi program pelatihan tanggap COVID-19 adalah jenis program
               pelatihan yang memiliki durasi/waktu pelatihan yang panjang (lebih dari 240 jam
               pelajaran (JP)) dan membutuhkan kehadiran peserta secara fisik seperti program
               pelatihan ptomotif, las, listrik, bangunan, AC/refrigerasi, atau sejenisnya.

               Pelatihan tanggap COVID-19 telah menghasilkan produksi masker sebanyak
               2.097.500 buah, faceshield 64.800 buah, hand sanitizer 136.250 liter, baju
               APD/Hazmet sebanyak 56.000 buah, cooking 318.000 box nasi, wastafel COVID-19
               1.584 buah, peti COVID-19 sebanyak 50 buah, dan disinfektan 82.940 liter.

               Hasil produksi dari pelatihan tersebut, digunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat
               guna menanggulangi penyebaran COVID-19, di antaranya untuk petugas rumah
               sakit dan puskesmas, petugas TNI dan POLRI, posko penanganan COVID-19 dan
               BNPB, asosiasi kedokteran/tenaga kesehatan, relawan penanganan COVID-19,
               pengendara jalan umum dan ojek, pedagang pasar dan kaki lima,
               pegawai/karyawan instansi pemerintah/swasta, petugas sekuriti
               kementerian/lembaga serta instansi pemerintah daerah dan swasta.

               (mul/mpr) kemnaker ida fauziyah tanggap covid-19.











                                                      Page 366 of 695.
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372