Page 444 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 444

Title          BURUH PEREMPUAN: PHK MASSAL AKIBAT CORONA BISA MENAIKKAN ANGKA KDRT
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/05/01/082832/buruh-perempuan-phk-massa l-
               Page/URL
                              akibat-corona-bisa-menaikkan-angka-kdrt
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih mengungkapkan bahwa
               selama 2 bulan pandemi virus corona covid-19 ini sudah banyak buruh perempuan
               yang di-PHK oleh perusahaan. Jumisih khawatir hal ini bisa berdampak hingga ke
               hubungan keluarga di rumah.

               Jumisih mengatakan jika seorang buruh di-PHK akibat pandemi corona maka
               berpeluang terjadi konflik sosial ekonomi antar suami-istri di dalam rumah
               tangganya.

               "Buruh perempuan akan rentan menjadi korban KDRT. Hal ini dipicu karena tekanan
               ekonomi keluarga yang merosot drastis sehingga memicu perselisihan di keluarga,"
               kata Jumisih di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

               Kedua, PHK akan berdampak pada kerentanan asupan gizi keluarga yang juga
               disebabkan oleh krisis ekonomi rumah tangga. Terakhir, Jumisih menilai tingkat
               stress akan sangat meningkat sebab buruh perempuan korban PHK yang memilih
               tinggal di dalam rumah tanpa pendapatan juga memicu adanya konflik rumah
               tangga.

               "Perselisihan itu dalam melaksanakan beban kerja domestik dengan pasangan yang
               selama ini oleh masyarakat di pandang sebagai beban kerja perempuan. Apalagi
               tugas mendampingi anak sekolah online juga dilakukan oleh sang ibu," ucapnya.

               Di sisi lain bagi buruh yang tidak di-PHK, menurut Jumisih mereka bekerja di bawah
               ketakutan, takut tidak bisa makan sekaligus takut corona.

               "Pemerintah tidak menindak tegas pengusaha yang masih terus mempekerjakan
               buruh industri padat karya dalam situasi pandemi. Bukankah ini perlakuan tidak adil
               dan diskriminasi? Setidaknya ada 67,81 persen buruh di Jabotabeka dan Jawa
               Tengah masih dikondisikan bekerja dalam situasi pandemi dengan APD
               alakadarnya," ungkapnya.

               Oleh sebab itu, pada Hari Buruh atau May Day tahun ini, FBLP menuntut pemerintah
               menghentikan total pembahasan omnibus law, fokus atasi pandemi corona, stop
               PHK buruh khususnya buruh perempuan, penuhi hak-hak buruh perempuan, dan
               distribusikan sumber bahan pangan bagi seluruh rakyat dan buruh tanpa
               diskriminasi.




                                                      Page 443 of 695.
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449