Page 443 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 443

Title          ADA COVID DAN OMNIBUS LAW, BURUH PEREMPUAN: MAY DAY TAHUN INI PALING KELAM
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/05/01/080246/ada-covid-dan-omnibus-law -buruh-
               Page/URL
                              perempuan-may-day-tahun-ini-paling-kelam
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih menilai hari buruh 1 Mei
               tahun ini adalah may day paling kelam bagi buruh di Indonesia. Khususnya buruh
               perempuan . Jumisih mengatakan situasi kelam bagi buruh ini disebabkan oleh
               ancaman PHK yang makin nyata akibat pandemi corona COVID-19, ditambah
               pemerintah dan DPR hanya menunda RUU Cipta Kerja Omnibus Law bukan
               menghapusnya seperti tuntutan kaum buruh.

               "Kondisi Mayday tahun ini menjadi bertambah kelam karena rentetan PHK massal
               terjadi di berbagai kota, omnibus law tetap jalan di tengah ancaman PHK akibat
               pandemi corona COVID-19," kata Jumisih, Jumat (1/5/2020).

               Dia menjelaskan omnibus law RRU Cipta Kerja akan mengancam keberlanjutan
               hidup buruh perempuan di masa depan, karena hak-hak buruh perempuan seperti
               cuti haid, cuti hamil melahirkan atau gugur kandungan akan sangat mungkin hilang
               karena tidak ada perlindungannya.

               "Oleh karena itu, kami dari Federasi Buruh Lintas Pabrik - FBLP menuntut kepada
               pemerintah untuk, batalkan pembahasan Omnibuslaw Cipta kerja, bukan cuma
               penundaan klaster ketenagakerjaan," tegasnya.

               Jumisih menyebut pemerintah seharusnya fokus terhadap kondisi buruh saat ini
               yang banyak di PHK karena dampak ekonomi corona, PHK ini juga berujung pada
               masalah sosial buruh di rumah tanggannya, khususnya buruh perempuan.

               "Banyak buruh dirumahkan tanpa upah dan tidak mendapat THR muncul dalam
               situasi ini, karena pengusaha berargumentasi merugi karena covid. Padahal para
               pengusaha sudah menumpuk-numpuk keuntungan puluhan tahun. Sementara
               pemerintah telah banyak memberikan intensif ke para pengusaha. Kenapa
               perlindungan ke buruh nyaris tidak ada?," ucapnya.

               Dampak sosial buruh akibat PHK ini menurut Jumisih bisa berujung pada
               meningkatnya korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kerentanan asupan
               gizi keluarga, dan stress yang meningkat.

               Pada MayDay tahun ini, FBLP menuntut pemerintah menghentikan total
               pembahasan omnibus law, fokus atasi pandemi corona, stop PHK buruh khususnya
               buruh perempuan, penuhi hak-hak buruh perempuan, dan distribusikan sumber
               bahan pangan bagi seluruh rakyat dan buruh tanpa diskriminasi.




                                                      Page 442 of 695.
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448