Page 438 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 438

Title          NASIB BURUH TANI KIAN MERANA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/309291-nasib-buruh-tani-kian-me rana-di-
               Page/URL
                              tengah-pandemi-covid-19
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               ANGGOTA Komisi IV DPR RI Johan Rosihan meminta pemerintah untuk lebih spesifik
               memberi perhatian kepada nasib seluruh buruh tani di Indonesia pada masa
               pandemi Covid-19 ini. Seruan ini juga sehubungan dengan adanya momentum hari
               Buruh Internasional pada Tanggal 1 Mei 2020 ini.

               "Pemerintah harus lebih peduli terhadap kondisi buruh tani kita, sebab selama ini
               mereka termarginalkan di negeri ini. Pendidikan mereka rata-rata masih rendah,
               tidak memiliki kemampuan berserikat seperti buruh pabrik lainnya dan tidak punya
               posisi tawar yang kuat untuk menuntut kenaikan upah," papar Johan dalam
               keterangan persnya, Jumat (1/5).

               Anggota DPR dari Fraksi PKS ini merasa sangat prihatin dengan keadaan nasib
               buruh tani pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Ia mengatakan, hidup buruh
               tani sekarang kian pelik karena daya beli mereka terus merosot, hidup mereka
               makin susah karena selalu berkutat dengan kemiskinan.

               "Apalagi pada saat wabah virus ini merebak, mereka banyak yang sulit bekerja
               karena harus karantina diri agar tidak tertular dan hal ini membuat buruh tani dan
               keluarganya banyak yang semakin menderita karena kekurangan akses pangan
               serta akibat kenaikan biaya hidup yang semakin melambung," ucapnya.

               Legislator dari Dapil NTB I itu menyebut bahwa saat ini upah nominal harian buruh
               tani nasional adalah sebesar Rp55.173 per hari, sementara itu upah riil buruh tani
               mengalami penurunan sebesar 0,25%.

               "Perlu dipahami bahwa upah riil buruh tani ini adalah perbandingan antara upah
               nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan," terang
               Johan.

               Sebagai pekerja di sektor informal, tambahnya, mereka tak mengenal istilah upah
               minimum regional (UMR), hal ini berdampak upah buruh tani menjadi lebih rendah
               bila dibandingkan dengan upah pekerja kasar lainnya. Atas situasi ini, Johan
               mendorong pemerintah agar segera memberikan 'bantuan khusus untuk buruh tani'.

               Pada Momentum Hari Buruh 1 Mei 2020 ini, Johan mengajak semua pihak untuk ikut



                                                      Page 437 of 695.
   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443