Page 434 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 434

Kedua, ketentuan Pasal 59 UU Ketenagakerjaan soal kontrak kerja yang dihapus
               dalam RUU Cipta Kerja. Artinya, semua jenis pekerjaan sah untuk mempekerjakan
               buruh dengan sistem kontrak.

               Ketiga, penghapusan pasal-pasal yang mengatur outsourcing. Hal itu berpotensi
               menyebabkan semua pekerjaan bisa menggunakan sistem outsourcing.

               Padahal, aturan soal outsourcing yang sebelumnya diatur dalam UU
               Ketenagakerjaan sudah memiliki aturan turunan yang lebih spesifik dalam Peraturan
               Menteri Nomor 11 Tahun 2019.

               Keempat, dihapuskannya sanksi pelanggaran pengupahan yang ada dalam Pasal 90
               UU Ketenagakerjaan.

               Penghapusan itu semakin memperbesar celah perusahaan untuk mempekerjakan
               buruh dengan upah di bawah minimum.

               Kelima, jaminan kesehatan yang tak lagi diatur sebagai kewajiban pengusaha di draf
               RUU Cipta Kerja.
               Desak pembatalan

               Dengan sejumlah permasalahan itu, banyak pihak mendesak pemerintah untuk
               membatalkan pembahasan RUU Cipta Kerja.

               Desakan itu di antaranya disampaikan Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) yang
               akan terus menggaungkan kampanye pembatalan tersebut.

               Menurut Ketua Umum FBLP Jumisih, kampanye tersebut sebagai salah satu strategi
               supaya pemerintah segera mengambil sikap yang tidak hanya menunda klaster
               ketenagakerjaan.

               Selain itu, Jumisih mengatakan, penolakan RUU Cipta Kerja juga sebagai upaya
               mendorong pemerintah agar fokus dalam penanganan pandemi Covid-19.

               Senada dengan FBLP, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia
               (KASBI) Nining Elitos juga mendesak pemerintah dan DPR untuk membatalkan
               pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

               "Sejak dari awal selain proses dan kemudian kontennya juga sangat bertentangan
               dengan konstitusi negara kita yaitu Undang-Undang Dasar dan kemudian Pancasila,"
               kata Nining, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 9 April 2020.

               Menurut dia, pembahasan RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19 juga tidak
               tepat. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah dan DPR fokus memutus mata
               rantai penularan Covid-19 terlebih dahulu.





                                                      Page 433 of 695.
   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439