Page 435 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 435

Title          PERINGATI HARI BURUH, PEKERJA MIGRAN GELAR PENTAS PUISI
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/309205-peringati-hari-buruh-pek erja-migran-
               Page/URL
                              gelar-pentas-puisi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               DALAM rangka memeringati Hari Buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei, para Pekerja
               Migran Indonesia, Purna migran, dan pemerhati isu-isu perlindungan pekerja migran
               di berbagai belahan dunia menyelenggarakan pentas pembacaan puisi yang
               ditunjukkan sebagai bentuk solidaritas kepada para pejuang covid-19. Bertajuk
               'Pentas Puisi Pekerja Migran' acara ini akan disiarkan langsung hari ini pukul 13.30
               (waktu Jakarta) melalui akun Facebook Migrant CARE.

               Dalam rilisnya, pihak Migrant CARE menyatakan, selain untuk menggalang
               dukungan publik pada upaya-upaya memerangi wabah covid-19, pentas ini juga
               dimaksudkan untuk mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak melupakan
               perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dari covid-19 dan dampak
               ekonominya.

               "Pekerja Migran Indonesia, baik yang terjebak di luar negeri, yang sedang dalam
               proses pemulangan, yang gagal berangkat mau pun anggota keluarganya di desa
               adalah kelompok yang rentan menerima dampak buruk dari situasi saat ini.
               Pemerintah harus memberikan perhatian khusus," ucap Direktur Migrant CARE
               Wahyu Susilo.

               Di tengah situasi yang tidak pasti, kata Wahyu, Pentas Puisi ini merupakan ajakan
               bagi seluruh pihak untuk membangkitkan kembali sastra pekerja migran.

               "Beberapa waktu yang lalu muncul inisiatif literasi di kalangan pekerja migran.
               Kegiatan ini mendorong kebangkitan ekspresi budaya pekerja migran, muncul
               karya-karya sastra pekerja migran dalam bentuk puisi, novel dan esai. Bahkan
               beberapa diantaranya diterbitkan penerbit umum dan banyak dibaca khalayak
               ramai," imbuh Mega Vristian, pegiat sastra yang juga mantan pekerja migran di
               Hong Kong.

               Selain Mega, mereka yang antara lain akan membacakan puisi adalah Wahyu Susilo
               (Migrant CARE), Fajar Santoadi (Malaysia), Maria Bo Niok (Purna Migran di Hong
               Kong), Arumy (pekerja migran di Singapura), serta mantan Menteri Tenaga Kerja,
               Hanif Dakhiri . (M-4).










                                                      Page 434 of 695.
   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440