Page 476 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 476

Tuntutan lain yang dilayangkan pekerja / buruh adalah agar pemerintah
               mengeluarkan Klaster Ketenagakerjaan dari Omnibus Law Rancangan Undang-
               Undang ( RUU ) Cipta Langan Kerja. Buruh juga menuntut agar seluruh pekerja /
               buruh segera diliburkan terkait pandemi Covid -19.

               "Kami juga sangat kecewa dengan kebijakan Menteri Perindustrian, yang telah
               memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan yang bukan industri kebutuhan
               pokok, non esensial, untuk tetap beroperasi pada saat pelaksanaan Pembatasan
               Sosial Berskala Besar ( PSBB )," tuturnya.

               Dengan kebijakan tersebut, menurut dia, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk
               mengurus izin agar bisa beroperasi saat PSBB . Akibatnya, banyak pekerja / buruh
               yang tetap harus bekerja di tengah penyebaran Covid -19, saat PSBB diberlakukan.

               "Pekerja/ buruh bertaruh nyawa. Pada akhirnya, di Jakarta ada pekerja / buruh
               yang positif dan meninggal dunia. Di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang juga
               ada pekerja / buruh positif Covid -19," ujar Roy.

               Kebijakan tersebut juga dinilai tidak efektif dalam menunjang upaya pemerintah
               dalam memutus rantai penyebaran Covid -19. Bahkan, menurut dia, menunjukan
               sikap pemerintah yang setengah-setengah dalam menghadapi wabah tersebut.

               Tidak ke jalan Berbeda dengan perayaan May Day tahun-tahun sebelumnya, tahun
               ini pekerja / buruh tidak turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa guna
               menyampaikan aspirasi. Menurut Roy, kali ini aspirasi disampaikan pekerja / buruh
               dengan memasang spanduk/poster di perusahaan masing-masing, di
               kabupaten/kota, maupun melalui media sosial.

               "Pada May Day kali ini kami juga melakukan kegiatan bhakti sosial," tututnya.

               Beberapa kegiatan yang digelar diantaranya adalah membagikan masker dan
               handsanitizer kepada pekerja / buruh serta masyarakat umum. Selain itu juga
               melakukan penyemprotan disinfektan serta menyerahan bantuan alat pelindung diri
               ( APD ) untuk rumah sakit rujukan pasien Covid -19.

               Adapun tuntutan PP FSP TSK SPSI / DPD KSPSI Jabar pada May Day secara lengkap
               adalah:1. Keluarkan Klaster Ketenagakerjaan dari Omnibus Law RUU Cipta
               Lapangan Kerja, 2. Hentikan PHK di Tengah Pandemi Covid -19, 3. Menolak
               Penundaan dan Pencicilan Pembayaran THR 2020, 4. Bayar Upah 100% Bagi
               Pekerja/Buruh yang Dirumahkan, 5. Segera Liburkan Seluruh Pekerja/Buruh di
               Tengah Penyebaran Covid -19. ***.











                                                      Page 475 of 695.
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481