Page 114 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 114

"Tapi  mereka  pegang  skopang  angkat  galon,  campur-campur  pasir  itukah  tenaga  ahli?,"
              ungkapnya.

              Sementara elemen mahasiswa dari 14 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra bergerak dari
              lampu merah eks MTQ.

              Aksi ini dikomandoi oleh BEM Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Adi Maliano.
              Mereka sempat mendatangi Kantor Imigrasi Kendari, selanjutnya menuju Bandara Haluoleo.

              Di gerbang perbatasan Kota Kendari-Konawe Selatan puluhan mahasiswa Institut Agama Islam
              Negeri (IAIN) Kendari dan HMI Cabang Kendari melakukan aksi unjuk rasa.

              Mereka memblokade jalan masuk ke Kota Kendari.

              Untuk gelombang pertama, sebanyak 152  TKA China  dan 4 orang tenaga medis akan tiba di
              Bumi Anoa melaui Bandara Haluoleo pada pukul 17.30 Wita.

              Mereka langsung menuju ke wilayah kawasan industri pertambangan PT Virtue Dragon Nickel
              Industry VDNI (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Moroso, Kabupaten
              Konawe  .

              TKA China diklaim berlevel profesional  Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan
              Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan  Kerja  (Binapenta)  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker) Aris Wahyudi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020) mengatakan TKA
              asal China tersebut merupakan tenaga kerja profesional.

              "    TKA  China    yang  datang  itu  levelnya  profesional,  engineer  dan  teknisi,"  ujarnya    Alasan
              pemerintah menyetujui masuknya  TKA China  tersebut karena keahliannya dibutuhkan oleh
              kedua  perusahaan,  yaitu  PT  Virtue  Dragon  Nickel  Industry  dan  PT  Obsidian  Stainless  Steel
              sebagai pengaju permohonan kepada pemerintah melalui Kemenaker.

              "Ini ibaratnya baru pembangunan pabrik atau instalasi infrastruktur pabrik maka dibutuhkan
              para tenaga kerja China itu. Karena bahasanya (di mesin) smelter atau produk-produk China,
              cuma China yang tahu. Mau orang Indonesia, sekalipun profesor teknik enggak bakalan bisa,"
              jelas Aris lagi.

              Kendati demikian, Aris memastikan tenaga kerja lokal akan mendampingi serta mempelajari
              keahlian dari para  TKA China  itu, selama proses pembangunan smelter.

              Nantinya,  tenaga  kerja  Indonesia  yang  akan  mengelola  perusahaan  tersebut  ketika  sudah
              beroperasional penuh serta memahami teknologi asal China itu.
              "Ini nanti ada tenaga pendampingnya dari Indonesia, di-handle nanti sama orang Indonesia,
              kemudian  TKA China  itu balik kanan," ucapnya.

              Pemerintah  juga  memastikan  bahwa    TKA  China    ini  nantinya  hanya  bekerja  selama  masa
              kontrak 6 bulan, sekaligus diawasi oleh Tim Pengawas Orang Asing (Pora) yang dikomandani
              oleh Kementerian Hukum dan HAM.

              "Mereka kan hanya jangka pendek, maksimum 6 bulan. Setelah 6 bulan mereka harus pulang.
              Kalau enggak pulang nanti ditangkap oleh pegawai pengawas dari Tim Pora. Ini komandannya
              dari Kemenkum HAM," katanya.


              Sebagai informasi, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi berubah sikap soal 500 tenaga kerja
              asing asal China yang akan membangun smelter di daerahnya.


                                                           113
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119