Page 115 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 115

Ali memperbolehkan masuknya 500 TKA asal China itu karena sudah ada izin dari pemerintah
              pusat.

              Luhut  angkat  bicara    Menteri  Koordinator  Bidang  Kemaritiman  dan  Investasi  Luhut  Binsar
              Panjaitan mengatakan  masuknya tenaga kerja impor ini guna mendukung proyek industri litium
              baterai sebagai bahan baku mobil listrik.

              "Kita harus akui belum siap menjalankan proyek ini sendirian karena teknologi yang digunakan
              berasal dari sana. Tetapi orang kita tetap mendominasi 90-92 persen lah, karena masih banyak
              di  daerah  lain  yang  pendidikan  kurang  bagus.  Tetapi  tiga  tahun  terakhir  sudah  diperbaiki,"
              terangnya.

              "Mereka berencana minta (TKA asal China). Saya baru dengar ini dari media malah, nanti Juni
              atau Juli lah. Mereka sudah minta izin, tetapi kan izin tidak bisa hanya sehari jadi," kata Luhut
              dalam bincang dengan RRI di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

              Menko  Luhut  tak  menampik  bahwa  TKA  Tiongkok  tersebut  sedang  mengurus  perizinan  ke
              Kementerian Ketenagakerjaan RI.

              "Kita harus akui belum siap menjalankan proyek ini sendirian karena teknologi yang digunakan
              berasal dari sana. Tetapi orang kita tetap mendominasi 90-92 persen lah, karena masih banyak
              di  daerah  lain  yang  pendidikan  kurang  bagus.  Tetapi  tiga  tahun  terakhir  sudah  diperbaiki,"
              terangnya.

              Luhut menegaskan, saat ini sudah 600 orang di daerah yang masuk ke Politeknik.

              "Jadi  jangan  sebar  berita  bohong,  kita  buat  lapangan  pekerjaan.  Tapi  kita  perlu  bikin  dulu
              induknya, baru nanti seluruh pekerjanya orang kita," urainya.

              (  Kompas.com  dengan judul  "Tolak Kedatangan 500 TKA China, Ratusan Orang Demo di
              Perempatan Bandara Haluoleo Kendari".






































                                                           114
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120