Page 165 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 165

Dirjen  Pembiayaan  Infrastruktur  Pekerjaan  Umum  dan  Perumahan  Kementerian  PUPR,  Eko
              Djoeli Heripoerwanto, mengatakan sejumlah kementerian yang bersinggungan dengan Tapera
              nantinya ikut menyiapkan peraturan menteri sebagai aturan turunan dari PP tersebut.

              Pelaku Diperiksa Polisi, Begini Kronologi Mobil Menabrak Mesin BBM SPBU Bhayangkara Solo
              "Jadi, PP itu sebetulnya memberi landasan baik pada pemerintah dan BP [Badan Pengelola]
              Tapera untuk menyiapkan peraturan pelaksanaannya. Maka kemudian diminta membuat aturan
              karena  2021  [BP  Tapera]  mulai  beroperasi  jika  semuanya  sudah  lengkap,"  katanya  dalam
              webinar  , Selasa (23/6/2020), seperti dikutip  Bisnis.com  .

              Heri  menjelaskan  sejumlah  kementerian  yang  diminta  membuat  peraturan  menteri  tersebut
              terdiri  atas  Kementerian  Keuangan,  Kementerian  BUMN,  Kementerian  Dalam  Negeri,
              Kementerian  Desa,  Pembangunan  Daerah  Tertinggal  dan  Transmigrasi  (Kemendes  PDTT),
              Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PUPR.

              Peraturan menteri dari tiap-tiap kementerian itu diharapkan selesai dengan cepat sehingga BP
              Tapera bisa langsung beroperasi pada awal 2021.

              Arab Saudi Gelar Ibadah Haji Terbatas, Calon Haji Indonesia Bisa Ikut?  "Jadi, banyak menteri
              yang terlibat, masing-masing yang terkait Tapera ini nantinya harus mengeluarkan peraturan
              menterinya supaya paling tidak kepesertaan itu bisa terlaksana sempurna," ujarnya.

              Adapun,  berdasarkan  amanat  PP  Nomor  25/2020  tentang  Tapera,  selain  satu  amanat  soal
              peraturan presiden dan peraturan pemerintah, ada 10 amanat dalam peraturan menteri, 13
              peraturan BP Tapera, dan 3 aturan dalam ketentuan lain.

              Pembiayaan perumahan melalui Tapera rencananya mulai bergulir pada awal 2021 yang akan
              terlebih  dahulu  fokus  pada  pembiayaan  rumah  aparatur  sipil  negara  (ASN).  Tahap  kedua,
              cakupan kepesertaan akan diperluas ke pekerja di perusahaan badan usaha milik negara dan
              daerah serta TNI-Polri.

              Anak-Anaknya  Disebut  Tuyul,  Ruben  Onsu  Berang    Sementara  itu,  untuk  pekerja  swasta
              diwajibkan pada 7 tahun kemudian atau 2027. BP Tapera bakal memungut iuran 3 persen dari
              gaji pekerja swasta. Sebesar 2,5 persen ditanggung para pekerja dan sisanya perusahaan.

              Sebelumnya,  Ketua  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Bidang  Properti  dan  Kawasan
              Ekonomi,  Sanny  Iskandar,  mengatakan  Apindo  menolak  Tapera  karena  struktur  iuaran
              perumahan sebetulnya sudah ditanggulangi oleh BP Jamsostek.

              Sanny mengatakan melalui iuran BP Jamsostek bisa difungsikan bagi permasalahan pembiayaan
              perumahan untuk karyawan yang belum memiliki rumah. Sementara di Tapera, peserta mandiri
              atau swasta masih harus menunggu giliran setelah Aparatur Sipil Negara, dan TNI/Polri.

              Kasus Positif Covid-19 Sukoharjo Berkurang Satu dari Grogol, Kok Bisa?  Sumber:  Bisnis.com.

















                                                           164
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170