Page 173 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 173
Aris membantah jika kedatangan TKA itu akan mengurangi lapangan kerja bagi pekerja lokal.
Sebaliknya, menurut Aris, kehadiran 500 TKA China itu akan mempercepat proyek smelter
sehingga dapat lebih banyak menyerap pekerja lokal.
"Tidak (merugikan pekerja lokal). Justru akan menjadi trigger dalam perluasan kesempatan
kerja di dalam negeri atau lokal," ucapnya kepada kumparan , Selasa (23/6).
Menurut Aris, para TKA China akan bekerja sesuai keahlian masing-masing. Mereka akan
membantu dalam pemasangan mesin-mesin untuk pengolahan bijih nikel.
Aris pun memastikan jika TKA asal China tersebut hanya bekerja selama 6 bulan. Selanjutnya,
mereka harus kembali pulang ke China.
"Mereka saat ini sedang membangun dan menginstall dan menyetel atau komisioning
peralatan dan mesin produksi tungku permurnian bijih nikel, kalau mereka sudah selesai 3-6
bulan, mereka harus pulang dan tidak bisa diperpanjang," jelas Aris.
Setelah pengoperasian mesin-mesin semuanya berjalan lancar, selanjutnya yang
mengoperasikan adalah pekerja lokal. "Kelak nanti yang mengoperasikan mesin terpasang
pastinya adalah orang kita Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, kedatangan 500 TKA China ke Sultra diklaim untuk mempercepat
pembangunan smelter dengan teknologi RKEF ( rotary kiln -electric furnace).
Teknologi RKEF yang dikuasai para TKA China itu, diklaim bisa membangun smelter secara
ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi itu juga menghasilkan
produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.
Menurut data Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves ), PT
Virtue Dragon Nickel Industry memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 11.790 orang dengan
komposisi 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706 TKA China.
"Jadi kalau nambah 500 TKA untuk mempercepat progres konstruksi agar cepat beroperasi
sehingga tenaga kerja lokal bisa lebih banyak diserap, apakah hal itu suatu yang salah? Jadi
TKA China yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal, tapi justru
untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, karena ketika sudah mulai beroperasi,
tenaga kerja lokal akan mayoritas," papar Juru Bicara Kemenko Marves , Jodi Mahardi .
500 TKA China di Sultra TKA China di Kendari Kemnaker2020 (c) PT Dynamo Media Network
Version 1.1.229.
172

