Page 171 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 171

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli
              Heripoerwanto  mengatakan  bahwa  sejumlah  kementerian  yang  bersinggungan  dengan
              tagungan  perumahan  rakyat  (tapera)  nantinya  ikut  menyiapkan  peraturan  menteri  sebagai
              aturan turunan dari peraturan pemerintah (PP) tersebut.

              "Jadi,  PP  itu  sebetulnya  memberi  landasan  baik  pada  pemerintah  dan  BP  Tapera  untuk
              menyiapkan peraturan pelaksanaannya. Maka kemudian diminta membuat aturan karena 2021
              [BP Tapera] mulai beroperasi jika semuanya sudah lengkap," katanya dalam webinar, Selasa
              (23/6/2020).

              Heri  mengatakan  bahwa  sejumlah  kementerian  yang  diminta  membuat  peraturan  menteri
              tersebut terdiri atas Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri,
              Kementerian  Desa,  Pembangunan  Daerah  Tertinggal  dan  Transmigrasi  (Kemendes  PDTT),
              Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PUPR.

              Heri mengatakan bahwa permen dari tiap-tiap kementerian itu diharapkan selesai dengan cepat
              sehingga BP Tapera bisa langsung beroperasi pada awal tahun depan.

              "Jadi,  banyak  menteri  yang  terlibat,  masing-masing  yang  terkait  tapera  ini  nantinya  harus
              mengeluarkan  peraturan  menterinya  supaya  paling  tidak  kepesertaan  itu  bisa  terlaksana
              sempurna," katanya.

              Adapun,  berdasarkan  amanat  PP  Nomor  25/2020  tentang  Tapera,  selain  satu  amanat  soal
              peraturan presiden dan peraturan pemerintah, ada 10 amanat dalam peraturan menteri, 13
              peraturan BP Tapera, dan 3 aturan dalam ketentuan lain.

              Pembiayaan perumahan melalui tapera rencananya mulai bergulir pada awal 2021 yang akan
              terlebih  dahulu  fokus  pada  pembiayaan  rumah  aparatur  sipil  negara  (ASN).  Tahap  kedua,
              cakupan kepesertaan akan diperluas ke pekerja di perusahaan badan usaha milik negara dan
              daerah serta TNI-Polri.

              Sementara itu, untuk pekerja swasta diwajibkan pada 7 tahun kemudian atau 2027. BP Tapera
              bakal memungut iuran 3 persen yang 2,5 persennya ditanggung para pekerja..


































                                                           170
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176