Page 204 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 204
Menurutnya, kehadiran TKA tersebut merupakan salah satu kunci dalam pembangunan di
kawasan itu.
Karena, mereka merupakan tenaga ahli yang memang mengerti teknologi terkait bidang
konstruksi pembangunan smelter.
"Hal ini berkaitan dengan transfer teknologi. Sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang telah
dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan itu, bergantung pada 500 TKA yang akan
datang nanti," ujar Jodi dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).
Menurutnya, para pekerja lokal tentunya tidak akan bisa bekerja pula tanpa kehadiran tenaga
ahli yang merupakan TKA asal Cina tersebut.
"Jika TKA yang merupakan tenaga ahli tersebut tidak datang, maka mereka pekerja lokal ini
tidak bisa memulai pekerjaan," terang Jodi.
Jumlah keseluruhan tenaga kerja di kawasan industri Virtue Dragon di Konawe berjumlah 11.790
orang.
Rinciannya, 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706 TKA Cina.
Sementara, 500 TKA yang akan datang ini difokuskan untuk mempercepat progress konstruksi
agar bisa segera beroperasi.
Jika progress konstruksi dipercepat, maka tenaga kerja lokal pun bisa lebih banyak diserap.
"Jadi TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal.
Tapi justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Karena ketika sudah mulai beroperasi, tenaga kerja lokal akan lebih banyak lagi yang bekerja
di sana," tutur Jodi.
Sebelumnya, lewat keterangan tertulis, Senin (11/5/2020), External Affairs Manager PT VDNI
Indrayanto menyampaikan alasan di balik kedatangan 500 TKA asal Cina ke Sulawesi Tenggara.
Ia mengatakan kehadiran mereka difokuskan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT
OSS.
Nantinya, pengerjaan tungku smelter ini juga akan menyerap ribuan pekerja lokal.
Para TKA Cina yang didatangkan ini merupakan tenaga ahli yang akan memasang alat pada
tungku smelter, produksi, dan mempertahankan operasional di lapangan.
Saat ini, sebagian pembangunan pun terpaksa dihentikan sementara karena kurangnya tenaga
ahli.
Ia pun memastikan kehadiran para TKA Cina itu paling lama hingga 6 bulan.
Setelah pekerjaan selesai, maka mereka akan kembali ke negaranya.
"Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok (Cina).
Paling lama itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan.
Jika bisa lebih cepat lagi, misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang," papar Indrayanto. (
https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/23/500-tka-cina-harus-dikarantina-14-hari-
sebelum-mulai-bekerja-di-indonesia?page=all.
203

