Page 209 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 209

"Pada 2020 penganggur diperkirakan akan bertambah 4 juta sampai 5,5 juta orang dan kalau
              itu terus berlanjut dikhawatirkan pada 2021 akan mencapai 10.7 juta sampai 12,7 juta orang,"
              katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).



              BAPPENAS PREDIKSIKAN PENGANGGURAN CAPAI 12,7 JUTA ORANG PADA 2021
              Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
              Nasional  (Bappenas)  Suharso  Monoarfa  memprediksikan  jumlah  pengangguran  di  Indonesia
              akan mencapai 10.7 juta hingga 12,7 juta orang pada 2021. Suharso mengatakan hal itu seiring
              dengan adanya potensi pertambahan jumlah pengangguran yang mencapai 4 juta sampai 5,5
              juta orang pada tahun ini akibat pandemi COVID-19.

              "Pada 2020 penganggur diperkirakan akan bertambah 4 juta sampai 5,5 juta orang dan kalau
              itu terus berlanjut dikhawatirkan pada 2021 akan mencapai 10.7 juta sampai 12,7 juta orang,"
              katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).

              Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk 2020 diperkirakan berada di kisaran
              8,1 persen sampai 9,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 4,8 persen
              sampai 5 persen dan realisasi 2019 sebesar 5,28 persen. Suharso menuturkan untuk target TPT
              tahun  depan  akan  berada  di  antara  7.7  persen  sampai  9,1  persen.  "Kita  berharap  bisa
              dikembalikan setidaknya mendekati sebelum pandemi," ujarnya.

              Ia  menjelaskan  peningkatan  pengangguran  didorong  oleh  melemahnya  kinerja  industri
              manufaktur yang turun hingga 30 persen selama 10 minggu mewabahnya COVID-19 sehingga
              banyak pekerja di-PHK dan dirumahkan.

              Suharso melanjutkan, industri manufaktur secara total memiliki jumlah tenaga kerja mencapai
              18  juta  dengan  9,8  juta  di  dalamnya  merupakan  manufaktur  padat  karya  sehingga  sangat
              berkontribusi terhadap ekonomi. "Sebanyak 9,8 juta itu kalau 30 persen di-PHK dan lebih dari
              setengah dirumahkan mengakibatkan utilisasi rendah sekali," ujarnya.

              Ia  mengatakan  potensi  lonjakan  jumlah  pengangguran  juga  dikhawatirkan  akan  menambah
              jumlah penduduk miskin Indonesia yang jika tanpa intervensi dari pemerintah berpotensi naik
              sekitar 4 juta orang.

              "Pada September 2019 BPS menyebutkan 9,22 persen dan tanpa intervensi kira-kira tingkat
              kemiskinan 99 mencapai 10,63 persen. Naik sekitar 4 juta orang dari 24 juta ke 28 juta orang,"
              katanya.

              Oleh  sebab  itu,  Suharso  memastikan  fokus  dan  strategi  pemerintah  untuk  2021  adalah
              mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan reformasi sosial yang di dalamnya termasuk
              menekan  jumlah  pengangguran  dan  kemiskinan.  "Dengan  intervensi  kita  bisa  menekan  di
              bawah 1 juta dan mudah-mudahan rasionya masih bisa satu digit. Pada 2021 kita berharap
              ditargetkan 9,2 persen sampai 9,7 persen," katanya, (ant)














                                                           208
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214