Page 231 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 231
500 TKA CINA HARUS DIKARANTINA 14 HARI SEBELUM MULAI BEKERJA DI
INDONESIA
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan,
kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina untuk membantu proyek pembangunan
smelter di Konawe , Sulawesi Tenggara , sudah sesuai prosedur.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan
Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Kemnaker Aris Wahyudi, Senin (22/6/2020).
"Penggunaan TKA di masa pandemi mengikuti ketentuan regulasi, Perpres No 20 tahun 2018."
"Kemudian Permenaker No 10 tahun 2018 tentang pelaksanaan penggunaan tenaga kerja
asing." "Payung khususnya adalah Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 11 tahun 2020,"
ujarnya lewat keterangan tertulis.
Aris menjelaskan, kedatangan 500 TKA Cina sudah sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan
Kementerian Kesehatan. Para TKA tersebut harus memenuhi prosedur karantina dan bebas
Covid-19.
"Di Permenkumham No 11 itu juga ada klausul mereka harus bebas Covid." "Mereka harus
berada atau tinggal di suatu wilayah yang bebas Covid." "Di bukti itu biasanya 14 hari, stay di
suatu tempat 14 hari yang biasanya dibuktikan dengan surat sehat dari otoritas setempat,"
terangnya.
Aris melanjutkan, TKA yang sudah tiba di Indonesia harus dikarantina selama 14 hari, dan
perusahaan pengguna wajib memberikan fasilitas karantina di dalam negeri.
"Jadi, dikarantina dulu selama 14 hari." "Kalau sudah dinyatakan sehat dan bebas Covid,
mereka dapat bekerja," terangnya.
Kedatangan TKA juga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pembangunan
smelter , sekaligus menyiapkan tenaga kerja lokal untuk bekerja secara optimal.
"TKA itu datang di dua perusahaan (VDNI dan OSS) datangnya tidak sekaligus, bertahap gitu."
"Semata-mata dalam rangka mengamankan agar proyek itu tetap berjalan, perusahaan tetap
berjalan," paparnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan
memastikan TKA asal negeri Tirai Bambu akan masuk Indonesia. Menurutnya, TKA Cina
dibutuhkan pada pertengahan tahun ini.
"Mereka berencana minta (TKA). Saya baru dengar ini dari media malah, nanti Juni atau Juli
lah." "Mereka sudah minta izin, tetapi kan izin tidak bisa hanya sehari jadi," kata Luhut.
Luhut tak menampik TKA Cina tersebut sedang mengurus perizinan ke Kementerian
Ketenagakerjaan. Keberadaan tenaga kerja impor ini guna mendukung proyek industri litium
baterai sebagai bahan baku mobil listrik.
"Kita harus akui belum siap menjalankan proyek ini sendirian, karena teknologi yang digunakan
berasal dari sana." "Tetapi orang kita tetap mendominasi 90-92 persen lah, karena masih
banyak di daerah lain yang pendidikan kurang bagus." "Tetapi tiga tahun terakhir sudah
diperbaiki," bebernya.
Jika Tidak Datang Pekerja Lokal Takkan Bisa Bekerja Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menjelaskant pernyataan PT VDNI mengenai
kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina. 500 TKA itu disebut akan bekerja di
230

