Page 232 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 232
Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe , Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, External
Affairs Manager VDNI Indrayanto mengatakan, didatangkannya ratusan TKA Cina itu ke
Sulawesi Tenggara adalah untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.
Terkait pernyataan itu, Jodi pun menekankan tidak ada rencana 'merumahkan' para pekerja
lokal. Menurutnya, kehadiran TKA tersebut merupakan salah satu kunci dalam pembangunan
di kawasan itu. Karena, mereka merupakan tenaga ahli yang memang mengerti teknologi terkait
bidang konstruksi pembangunan smelter.
"Hal ini berkaitan dengan transfer teknologi ." "Sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang
telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan itu, bergantung pada 500 TKA yang
akan datang nanti," ujar Jodi dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).
Menurutnya, para pekerja lokal tentunya tidak akan bisa bekerja pula tanpa kehadiran tenaga
ahli yang merupakan TKA asal Cina tersebut.
"Jika TKA yang merupakan tenaga ahli tersebut tidak datang, maka mereka pekerja lokal ini
tidak bisa memulai pekerjaan," terang Jodi.
Jumlah keseluruhan tenaga kerja di kawasan industri Virtue Dragon di Konawe berjumlah
11.790 orang. Rinciannya, 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706 TKA Cina. Sementara, 500
TKA yang akan datang ini difokuskan untuk mempercepat progress konstruksi agar bisa segera
beroperasi. Jika progress konstruksi dipercepat, maka tenaga kerja lokal pun bisa lebih banyak
diserap.
"Jadi TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal." "Tapi
justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal." "Karena ketika sudah mulai
beroperasi, tenaga kerja lokal akan lebih banyak lagi yang bekerja di sana," tutur Jodi.
Sebelumnya, lewat keterangan tertulis, Senin (11/5/2020), External Affairs Manager PT VDNI
Indrayanto menyampaikan alasan di balik kedatangan 500 TKA asal Cina ke Sulawesi Tenggara.
Ia mengatakan kehadiran mereka difokuskan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT
OSS. Nantinya, pengerjaan tungku smelter ini juga akan menyerap ribuan pekerja lokal.
Para TKA Cina yang didatangkan ini merupakan tenaga ahli yang akan memasang alat pada
tungku smelter, produksi, dan mempertahankan operasional di lapangan. Saat ini, sebagian
pembangunan pun terpaksa dihentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli. Ia pun
memastikan kehadiran para TKA Cina itu paling lama hingga 6 bulan. Setelah pekerjaan selesai,
maka mereka akan kembali ke negaranya.
"Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok (Cina)."
"Paling lama itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan."
"Jika bisa lebih cepat lagi, misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang," papar Indrayanto.
(Reynas Abdila).
231

