Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 128

Title          9 ABK KORBAN KEKERASAN DI KAPAL CHINA TELAH TIBA DI INDONESIA
               Media Name     bisnis.com
               Pub. Date      30 Mei 2020
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20200530/12/1246511/9-abk-korban-keker asan-di-
               Page/URL
                              kapal-china-telah-tiba-di-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





















               JAKARTA - Sebanyak 9 Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban kasus
               kekerasan pada kapal milik perusahaan RRT Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd. telah
               tiba di Jakarta. Kasus mereka akan dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

               Mereka tiba pada Jumat (29/5/2020) malam dengan maskapai Airlines OZ 761
               tujuan Incheon-Jakarta. Kepulangan mereka disambut oleh Kepala Badan
               Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani bersama Menteri
               Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

               "Ini babak baru, membangun sinergi dan energi positif bersama-sama bekerja dan
               bekerja bersama, bahu membahu memberikan pelindungan bagi Pekerja Migran
               Indonesia (PMI), termasuk ABK," kata Benny dikutip dari keterangan resmi, Sabtu
               (30/5/2020).


               Setelah menyambut kesembilan ABK tesebut, Benny dan Ida melakukan serah
               terima ke Bareskrim Polri untuk tindak lanjut penanganan kasusnya. Para ABK akan
               dikarantina terlebih dahulu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku sebelum
               dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

               Pemlangan 9 ABK ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang telah diterima
               BP2MI. Para ABK tersebut mengadukan perihal jam kerja yang melebihi ketentuan
               dan gaji yang belum dibayarkan, baik gaji di atas kapal, gaji yang dikirimkan ke
               rumah dan gaji memancing yang dijanjikan oleh kapten kapal.

               Gaji yang baru diterima oleh mereka sebesar Rp650.000 atau setara US$50.

               Selain itu, para ABK juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten
               dan ABK Cina, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik. Saat pengaduan dibuat,
               ABK berada di mes di Cina tanpa adanya kejelasan sampai kapan. Pada hari
               sebelumnya, mereka sempat diajak untuk bekerja lagi oleh kapten kapal  "Namun,



                                                      Page 127 of 197.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133