Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 129
mereka menolak karena tidak mau mendapat perlakuan kasar kembali dari kapten
kapal," lanjutnya.
Selain mendapat tindak kekerasan, para ABK juga mendapatkan ancaman dari
manning agency Indonesia (Amay). Ancaman tersebut adalah mereka tidak akan
bisa pulang jika tidak kembali ke kapal.
Adapun agen perekrut 9 ABK yaitu PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT Rimba
Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri.
Benny melanjutkan, BP2MI melalui kuasa hukumnya telah berkomunikasi dengan
ABK dan manning agency . Penanganan awal yang dilakukan adalah dengan
meminta manning agency untuk menjamin asupan makanan bagi para ABK agar
tidak kelaparan selama berada di mess.
"Dalam penanganan masalah ini, BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Perwakilan
RI dan tetap menindaklanjuti penanganan pengaduan hingga seluruh hak-hak ABK
terpenuhi. Tentunya bekerjasama dengan Bareskrim, Perwakilan RI dan
Kementerian Ketengakerjaan. BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian
Luar Negeri karena permasalahan ke-9 PMI ABK tersebut diduga merupakan tindak
pidana perdagangan orang (TPPO)," ungkap Benny.
Benny melanjutkan, pemerintah akan terus membangun sinergi bersama dalam
mengatasi persoalan PMI ABK. Kasus ini adalah momentum perbaikan tata kelola
pelindungan PMI ABK dan BP2MI wajib memberikan pelindungan kepada para ABK
semaksimal mungkin.
Terkait kepulangan WNI termasuk PMI ke tanah air selama masa pandemi Covid-19,
Benny juga mengungkapkan data yang diterima BP2MI dari Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 per tanggal 29 Mei 2020.
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 8.615 WNI repatriasi yang telah terdaftar oleh
tim Gugus Tugas. Sebanyak 2.590 WNI menjalankan karantina di tempat yang telah
disediakan, 6.025 WNI telah selesai menjalani karantina dan kembali ke daerah
asalnya.
Adapun, 535 WNI dinyatakan positif Covid-19 melalui test SWAB 245 orang dan
Rapid Test 290 orang..
Page 128 of 197.

