Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 142

Title          9 ABK WNI KORBAN KEKERASAN DI KAPAL CHINA TELAH TIBA DI TANAH AIR
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      30 Mei 2020
                              https://news.harianjogja.com/read/2020/05/30/500/1040542/9-abk-wni-kor ban-
               Page/URL
                              kekerasan-di-kapal-china-telah-tiba-di-tanah-air
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Sebanyak sembilan Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban kasus kekerasan
               pada kapal milik perusahaan RRT Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd. telah tiba di
               Jakarta. Kasus mereka akan dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

               Mereka tiba pada Jumat (29/5/2020) malam dengan maskapai Airlines OZ 761
               tujuan Incheon-Jakarta. Kepulangan mereka disambut oleh Kepala Badan
               Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani bersama Menteri
               Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.


               "Ini babak baru, membangun sinergi dan energi positif bersama-sama bekerja dan
               bekerja bersama, bahu membahu memberikan pelindungan bagi Pekerja Migran
               Indonesia (PMI), termasuk ABK," kata Benny dikutip dari keterangan resmi, Sabtu
               (30/5/2020).

               Setelah menyambut kesembilan ABK tesebut, Benny dan Ida melakukan serah
               terima ke Bareskrim Polri untuk tindak lanjut penanganan kasusnya. Para ABK akan
               dikarantina terlebih dahulu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku sebelum
               dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

               Pemulangan sembilan ABK ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang telah
               diterima BP2MI. Para ABK tersebut mengadukan perihal jam kerja yang melebihi
               ketentuan dan gaji yang belum dibayarkan, baik gaji di atas kapal, gaji yang
               dikirimkan ke rumah dan gaji memancing yang dijanjikan oleh kapten kapal.

               Gaji yang baru diterima oleh mereka sebesar Rp650.000 atau setara US$50.

               Selain itu, para ABK juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten
               dan ABK Cina, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik. Saat pengaduan dibuat,
               ABK berada di mes di Cina tanpa adanya kejelasan sampai kapan. Pada hari
               sebelumnya, mereka sempat diajak untuk bekerja lagi oleh kapten kapal

               "Namun, mereka menolak karena tidak mau mendapat perlakuan kasar kembali dari
               kapten kapal," lanjutnya.

               Selain mendapat tindak kekerasan, para ABK juga mendapatkan ancaman dari
               manning agency Indonesia (Amay). Ancaman tersebut adalah mereka tidak akan
               bisa pulang jika tidak kembali ke kapal.






                                                      Page 141 of 197.
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147