Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 137

Benny menyampaikan, pemerintah terus membangun sinergi bersama dalam
               mengatasi persoalan PMI ABK. "Kami akan terus bersinergi untuk memberikan
               pelindungan kepada semua PMI ABK, ini adalah momentum perbaikan tata kelola
               pelindungan PMI ABK. Bagi saya, mereka adalah warga negara VVIP dan BP2MI
               wajib memberikan pelindungan kepada mereka dari ujung rambut sampai ke ujung
               kaki," tegas Benny.

               Kepulangan ke-9 PMI ABK dan ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang
               telah diterima BP2MI. Para ABK tersebut mengadukan perihal jam kerja yang
               melebihi ketentuan dan gaji yang belum dibayarkan, baik gaji di atas kapal, gaji
               yang dikirimkan ke rumah dan gaji memancing yang dijanjikan oleh kapten kapal.
               Gaji yang baru diterima oleh mereka sebesar Rp 650 ribu atau setara USD 50.


               Ke-9 PMI ABK juga menyatakan mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten dan
               ABK Cina, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik. Saat pengaduan dibuat, ABK
               berada di mess di Cina tanpa adanya kejelasan sampai kapan. Pada hari
               sebelumnya, mereka sempat diajak untuk bekerja lagi oleh kapten kapal, namun
               mereka tolak karena tidak mau mendapat perlakuan kasar kembali dari kapten
               kapal.

               "Selain mendapat kekerasan, mereka juga mendapatkan ancaman dari manning
               agency Indonesia (Amay). Jika mereka tidak mau kembali ke kapal, maka tidak akan
               bisa pulang. Adapun agen perekrut 9 ABK yaitu PT Maritim Samudra Indonesia
               (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri," ujar Benny.

               Benny mengatakan, BP2MI melalui  lawyer  telah berkomunikasi dengan ABK dan
               manning agency. Penanganan awal yang dilakukan adalah dengan meminta
               manning agency untuk menjamin asupan makanan bagi para ABK agar tidak
               kelaparan selama berada di mess.


               "Dalam penanganan masalah ini, BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Perwakilan
               RI dan tetap menindaklanjuti penanganan pengaduan hingga seluruh hak-hak ABK
               terpenuhi. Tentunya bekerjasama dengan Bareskrim, Perwakilan RI dan
               Kementerian Ketengakerjaan. BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian
               Luar Negeri karena permasalahan ke-9 PMI ABK tersebut diduga merupakan tindak
               pidana perdagangan orang (TPPO)," ungkap Benny.


               Terkait kepulangan WNI termasuk PMI ke tanah air selama masa pandemi Covid-19,
               Benny juga mengungkapkan data yang diterima BP2MI dari Gugus Tugas
               Percepatan Penanganan Covid-19 per tanggal 29 Mei 2020. Data ini mencatat ada
               sebanyak 8.615 WNI repatriasi yang telah terdaftar oleh tim Gugus Tugas dimana
               sebanyak 2.590 WNI menjalankan karantina di tempat yang telah disediakan, 6.025
               WNI telah selesai menjalani karantina dan kembali ke daerah asalnya, serta 535
               WNI yang dinyatakan positif Covid-19 melalui test SWAB 245 orang dan  Rapid Test
               290 orang..









                                                      Page 136 of 197.
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142