Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 73
khusus atau spesifik yang dapat mengakibatkan PAK karena Covid-19. Pekerja yang
dimaksud meliputi tenaga kerja medis dan tenaga kerja kesehatan yang bertugas
merawat atau mengobati pasien di rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan atau tempat
Iain yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai tempat untuk merawat atau
mengobati pasien terinfeksi Covid-19.
"Tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut, yaitu dokter, dokter gigi, dokter
spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan, kebidanan, tenaga teknik
biomedika serti ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian seperti
apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat seperti
epidemiolog kesehatan," ucap Ida.
Kemudian, tenaga pendukung kesehatan pada rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan
atau tempat lain yang ditetapkan untuk menangani pasien terinfeksi Covid19,
seperti cleaning service, pekerja laundry, dan lainnya.
Lalu, tim relawan yang bertugas menanggulangi pandemi Covid-19. Ida juga
meminta kepada para Gubernur untuk memastikan setiap pemberi kerja pada
pekerjaan yang berisiko terkena Covid-19 melakukan upaya pencegahan dan
memaksimalkan Posko K3 Covid -19 agar tidak terjadi kasus PAK karena Covid-19
sesuai regulasi dan standar K3, serta protokol kesehatan terkait pencegahan dan
pengendalian Covid-19.
SE ini juga meminta perusahaan yang mempekerjakan pekerja atau buruh pada
pekerjaan dengan risiko khusus atau spesifik tersebut agar mendaftarkan pekerja
atau buruh tersebut ke dalam program jaminan sosial pada BPJS ketenagakerjaan
dan memastikan pekerja atau buruh mendapatkan manfaat JKK.
"Pemberi kerja yang belum mengikutsertakan pekerja/buruh dalam program JKK
pada BPJS Ketenagakerjaan, maka bila pekerja/buruh mengalami PAK karena Covid-
19, pemberi kerja memberikan hak manfaat program JKK sesuai dengan ketentuan
pepaturan perundang-undangan," ucapnya.
Page 72 of 197.

