Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JUNI 2019
P. 101
Kepesertaan dari sektor PMI mencapai 11.994 orang, meliputi PMI asal Madiun
sebanyak 5.510 orang, Ponorogo sebanyak 6.482 orang, dan Ngawi dua orang.
Sedangkan kepesertaan dari sektor pekerja proyek mencapai 66.073 orang.
Ia menjelaskan, untuk pekerja proyek, paling banyak merupakan proyek jasa
konstruksi yang ada di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, yang
meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.
Edy bersama jajarannya terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan agar
semua pekerja dari berbagai sektor di wilayah Madiun dan sekitarnya terlindungi
dan mendapatkan manfaat jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
Guna meningkatkan jumlah kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun
menerapkan strategi jemput bola. Caranya dengan melakukan pendekatan ke
perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan karyawan mereka sebagai
peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Pihaknya juga menyosialisasikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada serikat-
serikat pekerja, pelaku usaha mandiri, dan perusahaan yang telah terdaftar
kepesertaannya.
"Selain itu, kami juga melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh
pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah di wilayah kerja cabang
Madiun," kata dia.
Sementara itu, selama bulan Januari hingga Juni 2019, BPJS Ketenagakerjaan
Cabang Madiun telah menyalurkan dana jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp55,159
miliar dengan total kasus klaim 7.198 kasus. Selain JHT, lembaga tersebut
menyalurkan dana jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp1,266 miliar dengan 285
kasus.
Kemudian, penyaluran dana jaminan kematian (JKM) mencapai Rp2,73 miliar
dengan 100 kasus. Serta dana sebesar Rp387,5 juta yang disalurkan kepada para
peserta jaminan pensiun..
Page 100 of 104.

