Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JUNI 2019
P. 104

Title          LULUSAN SMK BANYAK YANG NGANGGUR, DARMIN: ADA YANG TIDAK BERES
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      26 Juni 2019
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4601683/lulusan-smk-ba nyak-yang-
               Page/URL
                              nganggur-darmin-ada-yang-tidak-beres
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan adanya
               masalah dalam pendidikan. Khususnya, pada lulusan sekolah menengah kejuruan
               (SMK).

               Darmin bilang, pendidikan SMK ditempuh selama tiga tahun. Masalahnya, lulusan
               yang harusnya disiapkan untuk mengisi dunia kerja justru banyak menganggur.


               "SMK itu tiga tahun dapat ijazah, tapi anda cek tamatan yang mana paling banyak
               menganggurnya. Tingkat penganggurannya paling tinggi adalah SMK. Ada yang
               tidak beres ini," ujarnya di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (26/6/2019).

               Sebab itu, Darmin mengatakan, perlu adanya perombakan besar-besaran.

               "Harus rombak habis kurikulum, materinya, pengajarnya," ujar Darmin Dia bilang,
               industri perlu dilibatkan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini.
               Pertanyaannya, industri mau atau tidak.


               "Industri mau nggak? Dia bilang ini beban ini, bikin repot, lama-lama orang yang
               magang suruh bikin kopi, atau foto copi," ujarnya.

               Sebab itu, pemerintah menyiapkan insentif bagi industri yang terlibat dalam
               pendidikan vokasi. Insentif itu berupa super deduction tax.

               "Aturannya, mestinya dalam waktu dekat ditandatangani karena sudah selesai
               disiapkan. Prinsip dasarnya, kalau dunia industri membantu pemerintah
               menjalankan atau melaksanakan, atau membantu pendidikan vokasi dengan nilai Rp
               1.000 pemerintah akan mengganti dengan Rp 2.000. Tentu tidak duit, itu harus
               tahu dari awal," paparnya.

               (fdl/fdl)






                                                      Page 103 of 104.
   99   100   101   102   103   104   105