Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JUNI 2019
P. 65
Terkait layanan PMI di luar negeri, Ayub menambahkan pihaknya telah buka
Perwakilan Luar Negeri (Perwalu) P3MI di Jepang untuk mendukung pemerintah
merealisasikan MoU sesuai target.
Sebelumnya, seperti diberitakan media, Pemerintah Indonesia telah meneken kerja
sama dengan pemerintah Jepang mengenai ketenagakerjaan. Perjanjian ini berupa
kerja sama penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled
Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang .
Pemerintah Jepang sendiri membuka peluang kerja pada 14 sektor bagi tenaga
kerja asing dengan keterampilan spesifik. Total kuota tenaga kerja yang dibutuhkan
Jepang adalah 345.150 orang.
"Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di
Jepang . Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor
formal yang banyak dibutuhkan di Jepang ," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif
Dhakiri.
Hanif mengatakan, pihaknya diarahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk dapat
mengisi 20% dari kebutuhan tenaga kerja khusus di Jepang .
"Berdasarkan arahan Wakil Presiden, Pemerintah Indonesia menargetkan agar
tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20% atau 70ribu orang dari kuota
tersebut," jelas Hanif.
Pada kesempatan yang sama Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Maruli Hassoloan
menambahkan kandidat tenaga kerja berketerampilan spesifik terbagi ke dalam 4
kategori. Pertama, new comer alias calon pekerja dari Indonesia yang sama sekali
tidak memiliki pengalaman magang di Jepang .
"Kedua, Ex-TIT in Indonesia, calon pekerja Indonesia yang memiliki pengalaman
magang atau Technical Intern Trainee (TIT) di Jepang. Ketiga, Ex-TIT di Japan
pekerja Indonesia yang sudah memiliki pengalaman magang dan meneruskan
pekerjaan di Jepang," kata Maruli.
Yang terakhir kategori student, maksudnya calon pekerja Indonesia yang baru saja
lulus dari pendidikan formal di Jepang dan berencana melanjutkan bekerja di
Jepang .
Page 64 of 104.

