Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 OKTOBER 2019
P. 43

Title          TINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA, KEMNAKER BUDAYAKAN 5S
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      21 Oktober 2019
                              https://www.merdeka.com/uang/tingkatkan-produktivitas-kerja-kemnaker-b udayakan-
               Page/URL
                              5s.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja, Kementerian Ketenagakerjaan
               mencanangkan budaya 5S di lingkungan kerjanya. 5S merupakan sebuah metode
               penataan dan pengelolaan tempat kerja secara sistematis dan terorganisir dengan
               pendekatan proses perubahan sikap.

               "Maksud dan tujuan dari penerapan 5S sendiri adalah untuk membentuk sikap atau
               perilaku yang harus dimiliki oleh setiap orang dan diaplikasikan di mana saja, tidak
               hanya di lingkungan kerja saja tapi juga di rumah," kata Menteri Ketenagakerjaan,
               M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada "Kick Off 5S di lingkungan
               Kementerian Ketenagakerjaan" di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (18/10).

               5S merupakan gabungan 5 kata dari Bahasa Jepang, yaitu Seiri (Sisih), Seiton
               (Susun), Seiso (Sasap), Seiketsu (Sosoh), dan Shitsuke (Suluh). 5S berasal dari
               Jepang dan sudah banyak diterapkan di sebagian besar perindustrian seluruh dunia.

               Seiri merupakan langkah awal implementasi 5S, yaitu pemilahan barang yang
               berguna dan tidak berguna; barang berguna disimpan dan barang tidak berguna
               dibuang. Selanjutnya, Seiton adalah langkah kedua setelah pemilahan. Yaitu
               penataan barang yang berguna agara mudah dicari, dan aman, serta diberi indikasi.

               Kemudian, Seiso adalah langkah ketiga setelah penataan. Yaitu pembersihan barang
               yang telah ditata dengan rapih agar tidak kotor, termasuk tempat kerja dan
               lingkungan. Selanjutnya, Seiketsu adalah langkah penjagaan lingkungan kerja yang
               sudah rapi dan bersih menjadi suatu standar kerja.

               Terakhir, Shitsuke sebagai langkah terakhir, yaitu penyadaran diri akan etika kerja.
               Etika kerja ini mencakup disiplin terhadap standar, saling menghormati, malu
               melakukan pelanggaran, dan senang melakukan perbaikan.

               Menurut Menaker, penerapan 5S secara efektif, dapat memberikan manfaat bagi
               unit kerja secara visual maupun fungsional. Dimana akan berdampak terhadap
               peningkatan produktivitas, kualitas, efisiensi biaya dan waktu, moral karyawan dan
               mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja serta dampak lingkungan lainnya.









                                                       Page 42 of 104.
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48