Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 OKTOBER 2019
P. 96

Title          RENCANA KENAIKAN UMP DKI JADI RP 4,2 JUTA DITANGGAPI PESIMISTIS JURNALIS
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      21 Oktober 2019
                              https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/21/21244691/rencana-kenaik an-ump-
               Page/URL
                              dki-jadi-rp-42-juta-ditanggapi-pesimistis-jurnalis
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Rencana kenaikan upah minimum provinsi (UMP) mulai tahun depan menjadi buah
               bibir masyarakat, terutama yang tinggal di Ibu Kota Jakarta.

               Bukan hanya masyarakat, para pekerja media juga menaruh perhatian khusus
               terhadap naiknya UMP DKI sebesar 8,51 persen atau setara Rp 335.376 menjadi Rp
               4.276.349 per bulan pada tahun 2020.

               Salah satu wartawan bernama Lani Diana mengaku UMP tersebut cukup besar.
               Namun banyak perusahaan media yang tidak menerapkan gaji yang setara dengan
               UMP.

               "Sebenarnya untuk fresh graduate besar tapi masalahnya perusahaan media
               mayoritas tidak menerapkan gaji sesuai UMP yang ditentukan," ujar Lani ketika
               ditemui di Jakarta, Senin (21/10/2019).

               "Sebenarnya perusahaan media mampu atau enggak gaji kita sesuai UMP. Kalau
               enggak mampu ya percuma ada UMP besar," kata dia.

               Begitu juga dengan Anas. Wartawan salah satu media online ini juga menilai jika
               sedikit perusahaan media yang menerapkan gaji pokok sesuai UMP.

               "Sebenarnya kenaikan UMP enggak ada ngaruhnya buat wartawan karena gaji kita
               ini sesuai performa kerja. Seharusnya gaji pokok kita ya sama dengan UMP.
               Harapanya gaji wartawan bisa mengikuti UMP yang ditentukan sementara penilaian
               performa bisa untuk bonus dan tunjangan lain lain," kata dia.

               Lain hal dengan Dika. Salah satu wartawan yang sering meliput peristiwa besar di
               Jakarta ini menilai UMP DKI Jakarta masih kecil jika dibanding dengan beban kerja
               jurnalis. Pasalnya, kerja sebagai wartawan membutuhkan tenaga ekstra karena jam
               kerja yang tidak menentu dan target perusahaan yang harus dipenuhi.

               "Harusnya UMP bisa disesuaikan dengan beban kerja. Mengingat pekerjaan yang
               kadang tidak sesuai jam kerja normal. Jadi seharusnya gaji pokok kita (wartawan)
               bisa sedikit lebih tinggi," ucap Dika.






                                                       Page 95 of 104.
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101