Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 199

Menaker mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen bersama membebaskan anak
              dari belenggu pekerjaan yang belum menjadi tanggung jawab mereka.

              Indonesia, kata Ida Fauziyah, memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak ditandai
              dengan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja
              dengan  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  1999.  Selain  itu,  pemerintah  juga  memasukkan
              substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun
              2013 tentang Ketenagakerjaan.
              Dia mengakui masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh,
              terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera.

              "Ketidakberdayaan ekonomi orangtua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-
              anak  terlibat dalam pekerjaan  yang  membahayakan  atau  bahkan  terjerumus  dalam  bentuk-
              betuk  pekerjaan  terburuk  untuk  anak  yang  sangat  merugikan  keselamatan,  kesehatan,  dan
              tumbuh kembang anak," katanya seperti dikutip dari  Antara  .

              Selain itu, Menaker mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 saat ini juga membuat anak-
              anak menjadi salah satu kelompok paling terdampak. Akhirnya memaksa mereka untuk ambil
              bagian dalam membantu perekonomian keluarga.

              Karena  itu  dia  menyerukan  agar  setiap  unsur  masyarakat  untuk  bahu-membahu  berusaha
              menghentikan praktik pekerja anak-anak agar mereka dapat tumbuh optimal dari segi fisik,
              mental, sosial dan intelektual..


















































                                                           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204