Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 201
1,7 JUTA PEKERJA DIRUMAHKAN
SEMARANG - Sekitar 1,7 juta pekerja formal dan informal terkena pemutusan hubungan kerja
(PHK) atau dirumahkan selama pandemi korona. "Ada juga 1,2 juta orang yang terdampak,
tetapi validasi masih dalam proses," ungkap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah saat live IG
bersama @suara_merdeka dan @idafauziyahnu, Jumat (12/6) sore. Dia memaparkan, terdapat
sekitar 100 ribu pekerja migran yang kontrak kerjanya habis. Selain itu, terdapat 34 ribu calon
pekerja migran yang tertunda penempatannya di berbagai negara akibat pandemi. "Jadi ada
sekitar 3 juta lebih di sektor ketenagakerjaan yang terdampak Covid-19. Mungkin angkanya bisa
lebih dari itu, karena dinamis sekali," imbuhnya.
Terkait kerja dari rumah atau work from home (WFH), pihaknya telah melakukan survei bekerja
sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hhasilnya menunjukkan sekitar
78% pekerja yang melakukan WFH mengaku tetap produktif. "Sebagai hal yang baru, WFH
ternyata berdampak positif dalam beberapa hal, misalnya konsumsi listrik dan kertas. Di
perkantoran jadi jauh lebih hemat. Di Kemenaker konsumsi listrik turun sekitar 30%," tambah
Ida.
Namun di sisi yang lain WFH berdampak kurang baik pada sektor tertentu, seperti transportasi,
usaha rumah makan, dan pariwisata. Ida menambahkan, menjelang New Normal, Kemenaker
pada 17 Maret mengirim surat edaran (SE) kepada seluruh gubernur untuk menekankan
perlindungan terhadap tenaga kerja dan buruh dan sektor bisnis usaha dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
"Keberlangsungan usaha dijaga, perlindungan kesehatan dan perlindungan pengupahan
terpenuhi," ujarnya. Untuk menghadapi New Normal , imbuh Ida, proses produksi harus
dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, sering cuci tangan, dan
mengurangi kerumunan. "Karena harus menjaga jarak, mau tidak mau pola shifting (bergiliran)
itu harus dilakukan demi keselamatan bersama," katanya.
200

