Page 282 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 282

Ketenagakerjaan tidak sedikit, 3 juta lebih yang terdaftar," kata Menaker Ida Fauziah ketika
              memberikan bantuan sembako kepada warga di Mampang Pratapan, Jakarta Selana, Jumat.

              Menaker  mengatakan  jumlah  pekerja  terdampak  mungkin  saja  lebih  banyak  dari  data  yang
              dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), karena masih ada individu terdampak
              yang belum melapor ke Kemnaker atau Dinas Ketenagakerjaan di daerah.

              Menurut Menaker, baik pekerja maupun pengusaha tidak ingin kondisi seperti sekarang terjadi
              akan terus berlanjut. Kondisi Indonesia tidaklah unik, hampir seluruh negara mengalami hal
              yang sama ketika pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan kepada perekonomian.

              Oleh karena itu, saat ini tengah disiapkan normal baru (new normal) agar masyarakat dapat
              melakukan kegiatan produktif sambil tetap awas dengan risiko infeksi COVID-19.

              "PSBB (pembatasan sosial berskala besar) belum dicabut, tapi kegiatan sudah mulai disiapkan
              untuk masuk pada era adaptasi kondisi normal baru atau new normal," kata Menaker.
              Hal itu perlu dilakukan agar kegiatan ekonomi, sosial dan keagamaan masyarakat bisa kembali
              bergeliat sambil tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi hidup dalam
              kondisi pandemi COVID-19.

              Sebelumnya,  Kemnaker  mencatat  1.792.108  pekerja  Indonesia  dirumahkan  atau  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi COVID-19 (data sampai 27 Mei
              2020).

              Rincian data yang telah diverifikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan itu adalah 1.058.284 pekerja
              sektor formal dirumahkan, 380.221 pekerja formal terkena PHK, 318.959 pekerja sektor informal
              terdampak COVID-19, 34.179 calon pekerja migran gagal diberangkatkan serta 465 pemagang
              dipulangkan.

              Pewarta: Prisca Triferna Violleta.







































                                                           281
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287