Page 359 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 359

Menaker  mengatakan  jumlah  pekerja  terdampak  mungkin  saja  lebih  banyak  dari  data  yang
              dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), karena masih ada individu terdampak
              yang belum melapor ke Kemnaker atau Dinas Ketenagakerjaan di daerah.

              Menurut Menaker, baik pekerja maupun pengusaha tidak ingin kondisi seperti sekarang terjadi
              akan terus berlanjut. Kondisi Indonesia tidaklah unik, hampir seluruh negara mengalami hal
              yang sama ketika pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan kepada perekonomian.

              Oleh karena itu, saat ini tengah disiapkan normal baru () agar masyarakat dapat melakukan
              kegiatan produktif sambil tetap awas dengan risiko infeksi COVID-19.

              "PSBB (pembatasan sosial berskala besar) belum dicabut, tapi kegiatan sudah mulai disiapkan
              untuk masuk pada era adaptasi kondisi normal baru atau   ," kata Menaker.

              Hal itu perlu dilakukan agar kegiatan ekonomi, sosial dan keagamaan masyarakat bisa kembali
              bergeliat sambil tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi hidup dalam
              kondisi pandemi COVID-19.

              Sebelumnya,  Kemnaker  mencatat  1.792.108  pekerja  Indonesia  dirumahkan  atau  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi COVID-19 (data sampai 27 Mei
              2020).
              Rincian data yang telah diverifikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan itu adalah 1.058.284 pekerja
              sektor formal dirumahkan, 380.221 pekerja formal terkena PHK, 318.959 pekerja sektor informal
              terdampak COVID-19, 34.179 calon pekerja migran gagal diberangkatkan serta 465 pemagang
              dipulangkan. (Antara)  .














































                                                           358
   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364