Page 361 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 361

Lanjut  dia,  para  pencari  kerja  ini  didominasi  oleh  lulusan  SMA  dan  SMK  yang  melamar  ke
              berbagai perusahaan dan pabrik.

              "Kalau  yang  lulusan  dari  universitas  justru  sangat  sedikit,  tercatat  hanya  lima  orang  saja,"
              jelasnya.

              Sementara  yang  lulusan  SMA  tercatat  ada  1.200  orang  yang  membuat  kartu  kuning  untuk
              melamar kerja.

              "Data itu dari tanggal 26 Mei sampai hari ini, jumlahnya memang cukup banyak yang lulusan
              SMA dan SMK," ucapnya.

              Pada saat PSBB, masih diberlakukan jumlah pencari kerja turun drastis, dalam sehari paling
              banyak 15 orang saja.

              "Setelah PSBB berakhir, jumlah pencaker mengalami ledakan," terangnya.

              Salah seorang pencari kerja, Suherman (23) mengatakan bahwa dirinya sempat menganggur
              beberapa minggu karena pandemi Covid-19, kali ini dia pun berharap bisa mendapat pekerjaan.

              "Mudah-mudahan saja dapat kerja, walaupun kondisinya sedang sulit begini," katanya.

              Bertambah  3,7  Juta  Orang    Berdasarkan  data  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)
              sampai Selasa (12/5) terdapat 1.722.958 pekerja yang terdampak wabah Virus Corona (Covid-
              19) dari pemberhentian sepihak sampai dirumahkan.

              Angka ini terbagi dari 1.032.960 pekerja formal yang dirumahkan, 375.165 pekerja formal yang
              mengalami pemutusan hubungan kerja dan 314.833 pekerja informasi yang terdampak.
              Angka  tersebut  ternyata  tidak  berbanding  lurus  dengan  data  Perencanaan  Pembangunan
              Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menembus 2 juta hingga
              3,7 juta orang baik yang di-PHK sampai kebijakan dirumahkan.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan  dari  polemik  yang  muncul
              akhirnya diterbitkan surat edaran berisi opsi penundaan pembayaran tunjangan hari raya (THR)
              setelah menerima laporan banyak perusahaan yang kesulitan keuangan.

              "Data telah sampai ke tangan saya dan Pengusaha menyampaikan kepada Kemenaker secara
              umum banyak sekali perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dan dibuktikan dengan
              data  yang  disampaikan  ke  Dinas  Ketenagakerjaan,  merumahkan  sebagian  pekerjanya  juga
              beberapa  perusahaan  yang  melakukan  PHK,"  papar  Ida  dalam  konferensi  video  yang
              dilaksanakan di Jakarta, Selasa (12/5).
              Selain itu, dalam data-data yang dilaporkan perusahaan menunjukkan cash flow perusahaan
              kondisinya dalam kondisi sulit.

              Menaker  menegaskan  sebelum  mengeluarkan  surat  edaran  itu,  dirinya  telah  melakukan
              beberapa kali dialog dengan perwakilan dari serikat pekerja dan pengusaha.

              Terpisah, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan jumlah pekerja yang dirumahkan
              dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 mencapai 2 juta hingga
              3,7 juta orang.

              Angka  tersebut  jauh  lebih  besar  dibandingkan  dengan  catatan  dari  Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) yaitu 1,7 juta orang, sementara Kadin mencatat terdapat 6 juta
              orang menganggur akibat pandemi Covid-19.



                                                           360
   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365   366