Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 40
Hasilnya, kata Sutiasih, dari sekitar 1.932 peserta yang mengikuti pelatihan tahun
lalu lebih dari 50% atau sekitar 1.000 peserta terserap tenaga kerja. Sebagian
lainnya bahkan mampu membuka usaha sendiri alias berwirausaha. Ada yang
membuka salon, las besi dan sebagainya.
Hingga kini tercatat tingkat pengangguran di Sleman sebesar 34.679 orang. Tingkat
pengangguran di Sleman didominasi lulusan SMA/SMK sebanyak 12.362 orang,
disusul lulusan SMP/MTs sebanyak 7.361 orang, lulusan SD sebanyak 5.396 orang
dan tidak tamat SD sebanyak 3.840 orang.
Jumlah pengangguran lulusan sarjana juga tidak sedikit. Disnaker Sleman mencatat
lulusan akademi yang masih menganggur sebanyak 2.255 orang dan lulusan sarjana
yang masih belum bekerja mencapai 2.465 orang. "Nah data ini akan menjadi acuan
bagi kami untuk melakukan pendataan ulang by name by address," katanya.
Kebutuhan kerja di wilayah Sleman, kata Sutiasih juga didominasi lulusan dari
SMA/SMK disusul lulusan akademi dan sarjana. Adapun lapangan kerja yang
dibutuhkan di Sleman didominasi di sektor industri pengolahan (28%), jasa
perdagangan besar dan eceran (27%), akomodasi makan dan minum (26%).
Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengakui jika angka pengangguran di
Sleman masih terbilang tinggi. Sri menyebut angka pengangguran di Sleman sekitar
5,76%. "Angka pengangguran berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD
hingga sarjana. Dari jumlah tersebut, paling banyak pengangguran lulusan SMA
SMK," katanya.
Dia berharap, kegiatan-kegiatan job fair yang digelar selama ini mampu
menurunkan tingkat pengangguran di Sleman. Pemkab selama ini juga terus
memberikan akses informasi bagi para pekerja untuk menemukan lowongan kerja
sesuai kebutuhannya.
Page 39 of 96.

