Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 58

Title          PELAKU USAHA KECIL TOLAK UPAH MINIMUM SETARA PERUSAHAAN BESAR
                Media Name     pikiran-rakyat.com
                Pub. Date      04 Desember 2019
                               https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01324176/pelaku-usaha-kecil- tolak-upah-
                Page/URL
                               minimum-setara-perusahaan-besar
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Negative











               Pelaku usaha kecil meminta agar pemerintah tidak menyamakan aturan upah
               minimum bagi tenaga kerja usaha kecil dengan perusahaan besar yang berskala
               nasional, apalagi multinasional. Pasalnya, kekuatan permodalan usaha kecil berada
               jauh di bawah perusahaan nasional dan multinasional.

               Demikian diungkapkan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat
               (Jabar), Iwan Gunawan, di Bandung, Rabu 4 Desember 2019. Menurut dia,
               pemerintah harus membuat aturan khusus bagi upah tenaga kerja usaha kecil.

               "UMK bagi usaha kecil dan usaha besar harus dibedakan," ujarnya.


               Ia mengatakan, selama ini usaha kecil dengan tenaga kerja mulai dari 100 orang
               sudah diharuskan mengikuti aturan upah minimum kabupaten/kota (UMK), sama
               seperti perusahaan nasional dan multinasional. Aturan tersebut dia nilai
               memberatkan, apalagi dengan terus meningkatkan besaran UMK setiap tahunnya.

               Ia mencontohkan, untuk Kota Bandung saja, UMK 2020 sebesar Rp 3.623.778 per
               bulan sudah memberatkan UKM, khususnya yang masih berskala kecil. Apalagi,
               untuk usaha kecil yang berada di Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, dan Purwakarta.

               "Kasian mereka. UMK-nya sudah lebih dari Rp 4 juta per bulan," ujarnya.


               Untuk Karawang, UMK 2020 sudah mencapai Rp4.594.324 per bulan dan menjadi
               yang terbesar di Indonesia. Kota Bekasi Rp4.589.708, Kab Bekasi (Rp4.498.961),
               Depok (Rp4.202.105), Kota Bogor (Rp4.169.806), Kab. Bogor (Rp4.083.670), dan
               Purwakarta (Rp4.039.067).

               "Bagaimana mungkin usaha kecil bisa berkembang dengan kewajiban membayar
               upah sebesar itu?" tutur Iwan.

               Perusahaan besar yang berskala nasional dan multinasional saja, dikatakan Iwan,
               banyak yang mengancam hengkang karena merasa keberatan dengan UMK
               tersebut, apalagi usaha kecil.







                                                       Page 57 of 96.
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63