Page 355 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 355

“Kami  mengusulkan  dan  mengharapkan  kepada  Ibu  Menteri  untuk  dapat  meninjau  kembali
              formula penetapan UMP. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021
              tentang  Pengupahan,”  demikian  keterangan  Anies  melalui  surat  kepada  Menaker  yang
              salinannya diterima wartawan di Jakarta, Senin.

              Menurut dia, usulan peninjauan formula penetapan UMP itu agar dapat memenuhi asas keadilan
              dan  hubungan  industrial  yang  harmonis.  Sehingga  kesejahteraan  pekerja  atau  buruh  dapat
              terwujud.

              Permintaan Anies itu dituangkan dalam surat kepada Menaker pada 22 November 2021 terkait
              usulan peninjauan kembali formula penetapan UMP.

              Dalam  surat  itu,  Anies  menjelaskan  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta  diharuskan  untuk
              menerapkan penghitungan UMP sama persis atau sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah
              Nomor 36 Tahun 2021. Dituangkan kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 tahun
              2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022.
              Kemudian,  Pemprov  DKI  diharuskan  untuk  menetapkan/mengumumkan  sebelum  tanggal  21
              November 2021.

              Keputusan Gubernur itu, lanjut dia, dibuat semata-mata agar tidak melanggar ketentuan di atas.

              “Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan,” katanya.

              Berdasarkan formula dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021. enaikan UMP di DKI
              Jakarta tahun 2022 hanya sebesar Rp37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp4.453.935 per bulan.

              Kenaikan yang hanya sebesar Rp38 ribu itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi
              asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi
              di DKI Jakarta yaitu sebesar 1,14 persen.

              Sebagai informasi, dalam kurun waktu enam tahun terakhir rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta
              adalah sebesar 8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar
              8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen dan
              2021 sebesar 3,2 persen.

              Selain itu, lanjut dia, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan
              usaha pada masa pandemi COVID-19 mengalami penurunan.

              Sebagian sektor bahkan mengalami peningkatan misalnya sektor transportasi dan pergudangan,
              informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial berdasarkan data
              BPS DKI Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

              Sedangkan,  kata  Anies,  Provinsi  DKI  Jakarta  merupakan  satu-satunya  provinsi  yang  tidak
              memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota sehingga Upah Minimum Provinsi menjadi ketetapan
              final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              “Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              ‘stakeholder’ untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan,” tulis Anies.

              (ros)


                                                           354
   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360