Page 359 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 359
"Hidup," balas massa buruh.
Saat menemui buruh, Anies menyampaikan keberatan atas Upah Minimim Provinsi (UMP) yang
diterapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Anies menyebut angka kenaikan
itu tidak cocok jika diterapkan di DKI Jakarta karena dinilai terlalu kecil.
"Kita mengatakan formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Formula ini kalau
diterapkan di Jakarta tidak sesuai. Kami pun berpandangan ini angka yang terlalu kecil untuk
buruh di Jakarta," ujar Anies.
Anies diketahui sudah berikirim surat Kemenaker. Sambutan dari Anies itu disambut tepuk
tangan oleh seluruh massa buruh. Terlihat massa menyalakan flare berwarna-warni. Tampak
massa memutar musik dari atas mobil komando lalu bernyanyi bersama sambil berjoget. Arus
lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan sempat tersendat karena ramainya massa buruh
hingga memenuhi badan jalan. Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyurati Menteri Ketenagakerjaan Ida
Fauziyah untuk meninjau ulang formula penetapan UMP 2022 di Ibu Kota. Anies menilai formula
yang sudah ditetapkan tidak cocok.
"Saya memang terbiasa menyelesaikan masalah bukan umbar masalah, kita bersurat pada
Kemenaker Formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Karena itu kita mengirimkan
surat sesuai prosedur bahwa formulanya harus memberikan rasa keadilan. Jadi itu sudah kami
kirimkan dan sudah fase pembahasan. Kita ingin di Jakarta baik buruh maupun pengusaha
merasakan keadilan," ujar Anies saat menemui massa buruh di Balai Kota, Jakarta, Senin
(29/11).
Sementara itu, dalam surat yang dikirimkan Anies ke Menaker meminta agar formula penetapan
UMP DKI ditinjau ulang. Surat itu dikirim Anies per 22 November kemarin.
"Kenaikan yang hanya sebesar Rp 38 ribu ini dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi
asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja/buruh terlihat dari inflasi DKI
Jakarta sebesar 1,14%," demikian isi salah satu poin surat Anies tersebut.
Dalam surat itu juga dijelaskan tidak semua sektor mengalami penurunan akibat pandemi
Corona. Justru menurut Anies,ada sektor yang mengalami peningkatan.
358

