Page 516 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 516
Judul Buruh Desak Pemerintah Cabut SE Menaker, Demo KSPI di Balai Kota
Ricuh
Nama Media idxchannel.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.idxchannel.com/economics/buruh-desak-pemerintah-
cabut-se-menaker-demo-kspi-di-balai-kota-ricuh
Jurnalis Dominique Hilvy Febriani
Tanggal 2021-11-29 11:54:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Massa dari KSPI Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia melakukan aksi demo di depan gedung
Balai Kota, Jakarta (29/11/2021). Buruh yang melakukan aksi turut membawa atribut seperti
slayer penutup kepala, bendera FSPMI, spanduk KSPI DKI Jakarta, dan sebagainya.
Massa KSPI mendesak pemerintah untuk mencabut SE Menaker terkait penetapan upah
minumum dan Cabut omnibuslaw uu Ciptakerja.
BURUH DESAK PEMERINTAH CABUT SE MENAKER, DEMO KSPI DI BALAI KOTA
RICUH
Massa dari KSPI Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia melakukan aksi demo di depan gedung
Balai Kota, Jakarta (29/11/2021). Buruh yang melakukan aksi turut membawa atribut seperti
slayer penutup kepala, bendera FSPMI, spanduk KSPI DKI Jakarta, dan sebagainya.
Massa KSPI mendesak pemerintah untuk mencabut SE Menaker terkait penetapan upah
minumum dan Cabut omnibuslaw uu Ciptakerja.
Pantauan di Balai Kota, ratusan buruh tersebut menolak formula penetapan upah minimum
dengan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan.
Mereka menilai upah minum provinsi (UMP) hanya bertambah sedikit.
Sejumlah demonstran melakukan tindakan provokatif dengan cara melemparkan air botol
mineral ke halaman Balai Kota. Selain itu, demonstran juga mendorong pagar Balai Kota.
Sang orator pun meneriaki anggotanya yang rusuh untuk tetap kondusif. “Siapa itu, hoy hoy hoy
mundur 3 langkah,” ujarnya.
Puluhan anggota kepolisian yang berjaga dengan sigap menghadapi kericuhan tersebut.
Sebelumnya, massa KSPI meminta agar majelis hakim memutus uji materi UU Cipta Kerja. Bila
perlu, dihentikan.
515

