Page 568 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 568
"Pekerja berperan besar dalam kegiatan produksi di tempat kerja, namun juga merupakan
komunitas yang juga rentan akan tertular HIV," kata Direktur Jenderal Bina Pengawasan Tenaga
Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker RI Haiyani Rumondang melalui
keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.
TANTANGAN BERAT NEGARA ASEAN
PENCEGAHAN penyakit menular HIV/AIDS di lingkungan tempat kerja masih menjadi tantangan
berat bagi sejumlah negara ASEAN kata pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
"Pekerja berperan besar dalam kegiatan produksi di ternpal kerja, namun juga merupakan
komunitas yang juga rentan akan tertular HIV," kata Direktur Jenderal Bina Pengawasan Tenaga
Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker RI Haiyani Rumondang melalui
keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.
Untuk itu Kemnaker menyelenggarakan workshop kedua tentang pencegahan dan menghapus
HIV/ AIDS di tempat kerja di Jakarta pada Rabu (24/11).
"Workshop ini merupakan bentuk perhatian seluruh pihak mengingat persoalan HIV/AIDS masih
menjadi tantangan berat di negara-negara anggota ASEAN," kata Haiyani usai memberikan
paparan 2nd Workshop on the Development of Guideline on HIV-AIDS Coimselling and Testing
at Workplace.
Pemerintah Indonesia Kemnaker bersama negara anggota ASEAN mendukung kebijakan
pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja yang menjadi masalah
sosial, termasuk keterkaitan dengan sektor ketenaga-kerjaan, sosial dan ekonomi lainnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Haiyani, diperlukan perlindungan memadai dalam hal
K3 dan berbagai upaya K3 secara komprehensif dengan mengedepankan upaya pencegahan
atau preventif.
Haiyani Rumondang mengatakan sektor ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam
mendukung keberhasilan program pengendalian HIV-AIDS di kawasan ASEAN. Melalui workshop
kedua ini, ia berharap dapat melahirkan pedoman konsultasi dan pengecekan tentang HIV/AIDS
di tempat kerja yang dapat digunakan oleh seluruh negara anggota ASEAN.
Salah satunya diwujudkan melalui perluasan layanan akses konseling dan tes HIV bagi pekerja
dengan pelaksanaan konseling dan testing HIV/AIDS di tempat kerja atau Voluntary Counseling
and Testing at workplace (VCT) serta penyusunan buku panduan di tingkat nasional maupun
regional.
"VCT ini merupakan upaya program komprehensif pencegahan dan penanggulangan HIV di
tempat kerja yang sangat penting dalam mendukung kebijakan pelaksanaan pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja," katanya.
Selain menerbitkan pedoman konsultasi dan pengecekan tentang HIV AIDS di tempat kerja,
workshop ini juga sebagai ajang bertukar informasi dan pengalaman antar negara anggota
ASEAN.
"Termasuk perlindungan terhadap kesehatan pekerja agar dapat menjaga dan meningkatkan
produktivitas khususnya di usia produktif karena banyak yang terserang HIV/AIDS di usia
produktif," katanya.
567

