Page 633 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 633

KSPI AKAN GELAR AKSI MASSA DI BALAI KOTA TUNTUT ANIES CABUT SK UMP DKI
              2022
              Ketua  Perwakilan  Daerah  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (Perda  KSPI)  DKI  Jakarta,
              Winarso mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mencabut Surat Keputusan
              (SK) terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. Winarso meminta agar SK tersebut
              dilakukan  revisi  berdasarkan  Undang-Undang  (UU)  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

              Tuntutan tersebut merespons terbitnya putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang
              menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja)
              bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak
              mempunyai  kekuatan  hukum  mengikat  secara  bersyarat.  Sehingga,  pemerintah  dengan  DPR
              dituntut melakukan perbaikan pembentukan sesuai dengan tenggang waktu sebagaimana yang
              telah ditentukan di dalam putusan tersebut.

              "Atas keputusan MK ini, seluruh gubernur dan bupati/wali kota di wilayah Republik Indonesia
              wajib mencabut SK perihal UMP (2022) termasuk Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan harus
              berani mencabut SK terkait UMP 2022," tulis dia dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

              Turun ke Jalan Selain pencabutan SK UMP tahun depan, KSPI DKI Jakarta juga mendesak kepada
              Anies Baswedan agar mengembalikan formula penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022
              mengacu berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
              dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

              "KSPI DKI Jakarta akan kembali turun ke jalan dengan massa aksi besar-besaran mengepung
              Balai  Kota  Jakarta  pada  hari  Senin,  29  November  2021  untuk  meminta  kepada  pemerintah
              provinsi DKI, gubernur Anies Baswedan agar mencabut SK penetapan UMP 2022, melakukan
              revisi dengan kembali mengacu kepada UU Nomor 13 tahun 2003 dan PP nomor 78 tahun 2015,"
              katanya.

              "KSPI akan memaksimalkan aksi massa sampai dengan gubernur memenuhi tuntutan mereka
              terkait UMP DKI Jakarta tahun 2022 tanpa Omnibus Law yang sudah dinyatakan Inkonstitusional
              oleh MK," sambungnya.

              Winarso mengaku, pihaknya memberikan apresiasi kepada MK atas putusan tersebut, putusan
              yang dikeluarkan MK sesuai dengan kehendak buruh yang menolak keras penerapan UU Cipta
              Kerja klaster sektor Ketenagakerjaan yang dinilai tidak ramah terhadap kaum buruh.


























                                                           632
   628   629   630   631   632   633   634