Page 23 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 SEPTEMBER 2019
P. 23

Kerja akan dikelola oleh Program Management Officer (PMO) yang akan disiapkan
               oleh pemerintah. Nantinya, pemerintah mengeluarkan 2 juta Kartu Pra-Kerja setiap
               tahunnya, yang akan dimulai pada Januari 2020, dan akan menggunakan anggaran
               sebesar Rp10,3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

               "[Perinciannya] 1,5 juta [pemilik Kartu Pra-Kerja] mendaftar secara digital dan
               500.000 sisanya mendaftar secara reguler," ungkapnya.

               Tetapi, belum dijelaskan lebih lanjut terkait tata cara pendaftaran kartu ini.
               Pemerintah mengaku masih fokus menyiapkan aturan mengenai persyaratan yang
               harus dipenuhi para calon penerima kartu.

               Pemerintah menyatakan tak akan membatasi penerima kartu, termasuk dalam hal
               usia.

               "Tadinya kami pikir akan dibatasi antara 19-28 tahun karena pengangguran di usia
               tersebut jumlahnya cukup besar. Tetapi, sudahlah, tidak perlu dibatasi usianya
               karena bisa saja mereka yang baru terkena PHK dan harus menghidupi keluarga
               membutuhkan pelatihan untuk menambah skill , sehingga perlu diakomodasi juga,"
               terang Moeldoko.

               Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution
               menyampaikan pemerintah tak bisa memberikan pelatihan teknis tingkat lanjut.
               Pasalnya, dana yang dikucurkan untuk Kartu Pra-Kerja tidak akan memadai untuk
               membayar pelatihan teknis tingkat lanjut yang notabene lebih mahal.

               "Kita tidak bisa menutupi semuanya, apalagi yang biayanya mahal. Biar mereka
               masing-masing saja atau private . Negara ada batasannya dong," ucapnya.





































                                                       Page 22 of 72.
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28