Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 49

Title          BERENCANA GELAR AKSI SAAT MAY DAY, BURUH PASTIKAN TERAPKAN PROTOKOL
                              KESEHATAN
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      21 April 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/04/21/06284401/berencana-gelar-a ksi-saat-
                              may-day-buruh-pastikan-terapkan-protokol-kesehatan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Dedi Hardianto
               memastikan aksi buruh dalam perayaan May Day pada 30 April akan menerapkan
               protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam meredam penyebaran Covid-
               19.

               "Aksi di 30 April apakah kemudian kami tidak peduli dengan Covid-19, kami sangat
               peduli dengan Covid-19. Makanya aksi tersebut kami akan lakukan protokol
               kesehatan," ujar Dedi ketika dihubungi, Senin (20/4/2020).

               Dedi menjelaskan, nantinya para peserta aksi akan menggunakan masker.
               Kemudian mereka juga akan dibekali hand sanitazer.

               Tak hanya itu, jarak peserta aksi juga nanti akan diatur sesuai imbauan pshycal
               distancing antara 1 hingga 2 meter.

               Dia mengatakan, protokol kesehatan juga tak hanya diterapkan oleh peserta aksi.


               Melainkan juga dari pihak keamanan yang akan mengawal jalannya aksi dalam
               perayaan May Day nanti.


               Dedi menegaskan bahwa rencana aksi di tengah pandemi Covid-19 bisa saja tidak
               terjadi jika sejak awal DPR dan pemerintah menghapus klaster ketenagakerjaan
               dalam omnibus law RUU Cipta Kerja.


               "Ini bisa kita hindari apabila pemerintah dan DPR sensitif melihat situasi, harusnya
               hentikan itu pembahasan cipta kerja, selesai, kok," katanya.


               Selain itu, Dedi mengungkapkan sebelumnya pihaknya juga telah mengirimkan surat
               kepada pimpinan DPR agar mendapat ruang dialog.


               Namun demikian, sampai saat ini belum ada respons sehingga aksi pada akhir bulan
               nanti menjadi jawaban atas tertutupnya ruang audiensi dengan kelompok buruh.

               "Karena mereka bersikeras tetap membahas omnibus law RUU Cipta Kerja, oleh
               karena itu kami juga harus mengambil hak kami dengan penyampaian pendapat di
               muka umum," tegas dia.




                                                       Page 48 of 139.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54